Berita

YASARINI LANUD PADANG TERUS DORONG KREATIVITAS ANAK TK ANGKASA

Dibaca: 11 Oleh 01 Mei 2013Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Yayasan Pia Ardhya Garini(Yasarini) Lanud Padang terus dorong kretivitas anak yang masih duduk di sekolah TK Angkasa Lanud Padang Rabu, (1/5). Kegiatan ini di aplikasikan lewat berbagai program yang telah di kemas oleh sekolah dengan metode yang di sesuaikan perkembangan anak. Menurut Ketua Yasarini Lanud Padang dr Ila Fairlyanto menjelaskan Kreativitas adalah sebuah bagian penting dalam proses pendidikan anak.

Apalagi pada masa seperti sekarang ini. Kualitas pendidikan tak diukur dari seberapa banyak materi yang dihafal anak dan kemampuannya mengerjakan soal, tetapi melalui kualitas-kualitas yang lebih substansi seperti kemampuan mengambil keputusan, kreativitas anak, ketrampilan berkarya, moralitas, dan lainnya. Lebih lanjut dikatakan Ketika anak melakukan sebuah inisiatif, kendatipun belum sempurna, berikan dorongan dan pujian untuk inisiatifnya.

Juga berikan pujian untuk kerja keras yang dilakukannya. Ini penting dan harus dilakukan dengan tulus. Usai memberikan apresiasi yang tulus, barulah Anda memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas karya mereka. Dengan dorongan dan apresiasi, anak merasa nyaman untuk berinisiatif, mencoba, dan berkarya jelasnya.

Baca juga:  Lanud Pangeran M. Yamin Melaksanakan Upacara Penutupan Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan dan Survival Pengajar Cerdas Angkatan ke-4 Tulang Bawang Barat Tahun 2018.

Dalam kesempatan itu Ketua Yasarini memberikan pengenalan materi tentang kesehatan seperti, pemeriksaan gigi dan mulut, cara memeriksa orang sakit, dan memperkenalkan aneka menu makanan sehat dan bergizi. Bahkan program program favorit juga telah di agendakan antara lain, baca puisi, lomba mewarnai, kegiatan keagamaan dll. Selain itu di rencanakan para murit TK Angaksa ini juga akan di berikan pelajaran dan pengetahuan tentang lingkungan alam sekitarnya.

Tidak sedikit orang menganggap tahap perkembangan bermain itu bukanlah bermain yang sesungguhnya. Bagi kebanyakan orang tua, bermain berarti bermain bersama teman. Anggapan ini keliru sebab memberi teman bagi anak usia satu tahun, malah butuh pengawasan ketat. Bermain bersama teman di usia ini, akan penuh air mata karena anak saling merebut mainan, mencakar atau menarik rambut anak lain. Baru di usia dua tahun, anak bergerak ke arah bermain bersama, yaitu saat ia butuh belajar dari anak lain bagaimana memainkan suatu permainan. Belajar apa saja yang diminati, di mana saja yang di sukai karena belajar itu hak bukan kewajiban, Belajar itu menyenangkan bukan membebani.

Baca juga:  PANGLIMA TNI: TNI WASPADAI KEMUNGKINAN AKSI TERORISME

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel