Berita

Yonko 462 Paskhas Rebut Kembali Lanud Roesmin Nurjadin

Dibaca: 6 Oleh 09 Mei 2015Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Saat Langit masih gelap dan suasana sepi, terdengar gemuruh pesawat serta derap langkah penuh semangat pasukan dari Batalyon Komando (Yonko) 462 Paskhas yang akan merebut kembali Pangkalan TNI AU (Lanud) Roesmin Nurjadin yang dikuasai oleh musuh, Jum’at (8/5).

Dengan lokasi yang strategis di wilayah Sumatra, Lanud Roesmin Nurjadin yang dapat digunakan sebagai pangkalan bagi pesawat-pesawat tempur merupakan sasaran strategis yang akan dikuasai oleh negara Predator yang akan melakukan invasinya ke negara Indonesia. Namun dengan kekuatan dan kemampuan prajurit Yonko 462 Paskhas Lanud Roesmin dapat direbut kembali melalui Operasi Perebutan dan Pengendalian Pangkalan Udara (OP3U) yang telah dilaksanakan.

Menggunakan pesawat Hercules C-130 A-1323 dari Skadron Udara 31 Halim Perdanakusuma, satu tim Dalpur (Pengendali Tempur) diterjunkan untuk melaksanakan infiltrasi serta mempersiapkan Dropping Zone (DZ) untuk penerjunan Tim Satpur dan melaksanakan pengendalian tempur untuk mengarahkan pesawat tempur pada pelaksanaan penembakan sasaran.

Berikutnya tim Satpur diterjunkan guna melaksanakan perebutan cepat terhadap sasaran-sasaran yang dikuasai musuh yang dilanjutkan tim Pengendali Pangkalan (Dallan) yang melaksanakan Pengendalian Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin secara terbatas. Setelah Lanud dapat dikuasai, para prajurit Yonko pun melaksanakan Pertahanan Pangkalan sembari menunggu perintah lebih lanjut dari komando atas.

Baca juga:  Kunjungan Dankodiklatau Ke Lanud Sulaiman

Itulah seklumit cerita skenario latihan OP3U yang dilaksanakan oleh seluruh prajurit Yonko 462 Paskhas sebagai bagian dari rangkaian Latihan Hardha Maruta III 2015 yang digelar sejak 6 Mei lalu.

Latihan Hardha Maruta merupakan latihan yang dilaksanakan untuk mewujudkan kesiapsiagaan operasional satuan jajaran di Wing III Paskhas sehingga diharapkan mampu dalam menghadapi operasi yang sewaktu-waktu dilaksanakan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel