Berita

YONKO 466 PASKHAS LATIHAN PASUKAN HURU HARA

Dibaca: 10 Oleh 14 Mar 2014Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Prajurit Batalyon Komando 466 Paskhas Rabu (12/3) melaksanakan kegiatan latihan Penanggulangan Huru Hara (PHH), yang dilaksanakan di Markas Batalyon Komando 466 Paskhas dengan pelatih Serka Aris Supriyono selaku Bintara Pelatih Batalyon Komando 466 Paskhas, dengan tujuan untuk memberikan gambaran kepada seluruh Prajurit agar dapat diperoleh gerakan dasar, formasi dan pola tindak yang seragam, agar setiap personel dapat secara profesional dan mahir melaksanakan tugas khususnya tentang tehnik dan taktik serta pertindakan pengendalian massa.

Menurut Letkol Psk Wahyu Tunggul selaku Komandan Batalyon Komando 466 Paskhas, menyampaikan bahwa kegiatan latihan Penanggulangan Huru Hara ini dimaksudkan untuk melatih kemampuan Prajurit Batalyon Komando 466 Paskhas dalam mengantisipasi perkembangan situasi kedepan yang berhubungan dengan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilihan Anggota Legislatif yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 April Tahun 2014 mendatang.

Selain itu, lanjut Letkol Psk Wahyu, latihan ini juga untuk mempersiapkan penanganan aksi unjuk rasa apabila massa melaksanakan tindakan anarkis, langkah awal yang harus dilakukan adalah upaya pencegahan dengan tindakan tegas dan terukur, sesuai prosedur yang berlaku, untuk mengantisipasi kegiatan unjuk rasa ini harus selalu dilatihkan agar setiap anggota paham benar akan tugasnya “siapa berbuat apa” dengan demikian dalam menangani pengunjuk penanganan yang mengarah pada tindakan pelanggaran hukum dan HAM.

Baca juga:  Kasau: Tiga Makna Peringatan Hari Jadi Kodikau

Sementara Wadanyonko 466 Paskhas Mayor Psk Heru Widodo dalam kesempatan Latihan PHH menyampaikan tentang sosialisasi Buku Petunjuk Pelaksanaan No Perpang /71/VIII/2014 Tanggal 19 Agustus 2011 tentang Perbantuan TNI Kepada POLRI Dalam Rangka Kamtibmas. Penjelasan dititik beratkan pada Prosedur-Prosedur, tindakan yang dilarang dan dibolehkan dalam menanggulangi massa. Dengan dipahaminya juklaks tersebut maka prajurit dilapangan mempunyai payung hukum yang dipedomani dalam pelaksanaan tugas sehingga tidak ada keraguan dalam bertindak.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel