Pengunjung Website
Hari Ini: 11
Minggu Ini: 59
Bulan Ini: 83
Tahun Ini: 1,511
img thumbnail

Dalam Balutan Keberagaman, Danlanud Supadio Semarakkan Festival Cap Go Meh

TNI AU. Di tengah semarak budaya yang sarat makna dan tradisi, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E.,M.Han hadir menyatu dengan masyarakat pada puncak perayaan Imlek 2577 dalam Festival Cap Go Meh Tahun 2026 yang digelar di Kota Singkawang, Selasa (3/3). Kehadiran Danlanud Supadio menjadi bentuk dukungan terhadap terselenggaranya perayaan budaya yang aman, tertib, dan penuh makna kebersamaan.

Festival Cap Go Meh yang telah menjadi ikon budaya Kota Singkawang tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati pusat kota untuk menyaksikan rangkaian acara. Momentum ini kembali menegaskan Singkawang sebagai “Kota Toleransi” yang mampu merawat keberagaman dalam balutan persaudaraan.

Mengusung semangat Tahun “Kuda Api”, perayaan Cap Go Meh 2026 dimaknai sebagai simbol energi, keberanian, serta kreativitas dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pembukaan secara resmi, ditandai dengan pemukulan loku, kemudian dilanjutkan dengan parade tatung yang menjadi daya tarik utama sekaligus warisan budaya khas Singkawang.

Danlanud Supadio menyampaikan bahwa kehadiran TNI AU dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan udara, tetapi juga dalam mendukung kegiatan sosial dan budaya yang memperkuat persatuan bangsa.

“Keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia. Melalui momen seperti ini, kita diajak untuk terus menjaga toleransi, saling menghormati, dan mempererat persaudaraan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lanud Supadio juga bersinergi dengan unsur TNI-Polri serta pemerintah daerah dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. Sinergitas tersebut menjadi cerminan soliditas aparat dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan.

Kehangatan dan antusiasme masyarakat yang hadir memperlihatkan bahwa perayaan budaya bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat ikatan sosial lintas suku, agama, dan latar belakang. Di tengah keberagaman yang ada, Festival Cap Go Meh kembali menjadi simbol nyata bahwa harmoni dan persatuan adalah fondasi utama dalam membangun Indonesia yang kuat.

Dengan semangat kebersamaan, Lanud Supadio berkomitmen untuk terus mendukung setiap upaya yang memperkokoh persatuan dan menjaga stabilitas wilayah, sehingga kehidupan bermasyarakat dapat berlangsung dengan damai, aman, dan penuh rasa saling menghargai.