TNI AU. Suasana penuh ketegangan bercampur antusiasme menyelimuti Lorong Tembak Sathar 64, Depohar 60, Magetan, saat Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau) Marsda TNI Suryanto menyaksikan secara langsung simulasi Demo Explosive Ordnance Disposal (EOD), Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan kerja Dankoharmatau untuk meninjau kesiapan dan kapabilitas satuan di jajaran Koharmatau.
Simulasi EOD tersebut menampilkan penanganan bom dan ranjau sisa peninggalan masa Perang Kemerdekaan Republik Indonesia yang hingga kini masih berpotensi ditemukan di berbagai wilayah. Dengan prosedur yang terukur dan standar keselamatan tinggi, prajurit Sathar 64 memperagakan tahapan identifikasi, pengamanan area, evakuasi, hingga proses netralisasi bahan peledak secara profesional.
Ketelitian, keberanian, serta kerja sama tim yang solid menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan simulasi ini. Setiap personel menjalankan perannya dengan penuh disiplin, mencerminkan tingkat keahlian dan kesiapsiagaan yang tinggi dalam menghadapi ancaman bahan peledak berbahaya, baik dalam konteks operasi militer maupun tugas kemanusiaan.
Dankoharmatau Marsda TNI Suryanto tampak memberikan perhatian serius dan apresiasi atas kemampuan para prajurit. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti simulasi EOD sangat penting untuk menjaga kesiapan operasional satuan sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dari ancaman bahan peledak yang masih tersisa. “Profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit EOD adalah kunci utama dalam menjamin keselamatan,” ujarnya.
Sebagai simbol penghargaan dan bentuk kehormatan, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyematan Brivet EOD oleh Komandan Depo Pemeliharaan 60 Kolonel Tek Lully Hermawan, S.T., kepada Dankoharmatau. Penyematan ini menjadi wujud penghargaan atas perhatian, dukungan, dan komitmen Dankoharmatau terhadap pengembangan kemampuan teknis serta operasional satuan EOD.
Momentum ini sekaligus menegaskan peran strategis Depohar 60 dalam mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Udara, khususnya di bidang penanganan bahan peledak. Melalui simulasi ini, tidak hanya kemampuan personel yang diuji, tetapi juga kesiapan peralatan dan sistem pendukung, guna memastikan Depohar 60 selalu siap menjalankan tugas-tugas berisiko tinggi demi keamanan bangsa dan negara.
-1121551-1080.webp)


-1121551-1080.webp)
-1121551-1080.webp)
-1121551-1080.webp)
-1121551-1080.webp)
-1121551-1080.webp)