TNI AU. Danlanud Atang Sendjaja Marsma TNI A. F. Picaulima, S.Sos., menghadiri kegiatan Simulasi Emergency Plan Evakuasi Medis Udara yang dilaksanakan di Danau Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (10/3/2026) pagi.
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan/Basarnas Kelas A Jakarta dengan Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan (Satud PP) Wing Udara 2.1 Grup 2 Helikopter yang berada di Lanud Atang Sendjaja.
Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan personel dalam pelaksanaan Siaga SAR Khusus Pertolongan, khususnya pada penanganan evakuasi medis melalui jalur udara.
Simulasi dihadiri juga oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta ibu Desiana Kartika Bahari, S.E., M.H., Q.GIA., Q.IA., serta sejumlah pejabat dari unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wali Kota Bogor bapak Dedie A. Rachim, Dirsarpras Basarnas Marsma TNI Akbar Yunus, Dir Bina Tenaga Marsma TNI Tarjoni, perwakilan Dirsiaga Basarnas Djunaidi, Wadan Grup 2 Helikopter Kolonel Pnb David Dwi Martin, Kasi Ops Korem 061/Surya Kencana, serta Pasi Ops Kodim 0606/Kota Bogor.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Bogor seperti Kepala Dinas PUPR R.R. Estiningsih, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Chusnul, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deni Wismanto, Kepala Bapperida Rudi Mashudi, Kepala Pelaksana BPBD Dhimas Tiko, Camat Bogor Barat, serta para lurah se-Kecamatan Bogor Barat.
Dalam simulasi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan sekaligus praktik mengenai berbagai tahapan evakuasi medis udara. Materi yang disimulasikan meliputi pengenalan peralatan aeromedical seperti penggunaan tandu khusus yang kompatibel dengan helikopter, alat bantu pernapasan, monitor tanda vital, hingga perlengkapan pertolongan pertama yang digunakan dalam operasi penyelamatan udara.
Selain itu, juga diperagakan prosedur persiapan sebelum penerbangan (pre-flight) yang mencakup proses triase dan stabilisasi pasien sebelum diangkut, dokumentasi medis untuk keperluan serah terima, hingga prosedur pengamanan tandu sebelum dimasukkan ke dalam helikopter.
Pada tahap simulasi loading dan unloading, tim penyelamat mempraktikkan teknik pendekatan yang aman menuju helikopter, proses pengangkatan korban ke dalam kabin, serta penguncian tandu di dalam pesawat. Selanjutnya, diperagakan pula penanganan pasien selama penerbangan (in-flight care), termasuk pemantauan kondisi vital serta antisipasi dampak fisiologis akibat perubahan tekanan udara, suhu, dan kebisingan selama penerbangan.
Aspek keamanan dan komunikasi juga menjadi bagian penting dalam simulasi tersebut, terutama terkait prosedur keselamatan di sekitar helikopter serta koordinasi antara tim medis di darat dengan kru pesawat selama proses evakuasi berlangsung.
Kegiatan simulasi emergency plan evakuasi medis udara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antar instansi dalam menghadapi situasi darurat yang memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi melalui operasi penyelamatan udara.
-1124133-1080.webp)

-1124133-1080.webp)