Pengunjung Website
Hari Ini: 6
Minggu Ini: 130
Bulan Ini: 562
Tahun Ini: 562
img thumbnail

Danlanud H. AS Hanandjoeddin Ajak Personel Teladani Nabi Muhammad SAW, Perkokoh Moral dan Karakter Prajurit TNI AU

TNI AU. Personel Lanud H. AS Hanandjoeddin melaksanakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M bertempat di Masjid Al Ikhwah Lanud H. AS Hanandjoeddin, Rabu (21/1/2026).

Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Lanud H. AS Hanandjoeddin Letkol Pnb Made Yogi Indra Prabhowo, S.Sos., M.Han, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 17/D.I Ny. Wulan Made Yogi IP dan pengurus, serta para  Kepala Dinas Lanud H.AS Hanandjoeddin.

Dalam sambutannya, Komandan Lanud H. AS Hanandjoeddin menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi, anggota keluarga, prajurit TNI Angkatan Udara, maupun sebagai warga negara.

“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, saya mengajak seluruh personel untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, dengan memperkuat iman dan ketakwaan, meningkatkan disiplin, kejujuran, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai-nilai tersebut menjadi pondasi utama dalam pengabdian kepada TNI AU, bangsa, dan negara,” ujar Danlanud.

Pada kesempatan tersebut,  Al-Ustadz Multazam Zakaria dalam ceramahnya menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual luar biasa Nabi Muhammad SAW yang mengandung pelajaran mendalam tentang keimanan, ketaatan, dan tanggung jawab. Ustadz menyampaikan bahwa dari peristiwa Isra Mi’raj, umat Islam menerima perintah shalat lima waktu, yang menjadi tiang agama sekaligus sarana pembentukan karakter dan disiplin.

Shalat mengajarkan ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, serta keikhlasan dalam menjalankan perintah, nilai-nilai yang sangat relevan dengan kehidupan seorang prajurit TNI Angkatan Udara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa seorang prajurit tidak cukup hanya memiliki fisik yang kuat dan mental yang tangguh, namun harus ditopang oleh iman yang kokoh. Fisik dan mental yang kuat tanpa iman dapat kehilangan arah, sementara iman yang kuat akan menuntun prajurit untuk tetap berada di jalan yang benar dalam setiap pengabdian.

Di akhir ceramah, Ustadz mengajak seluruh personel Lanud H. AS Hanandjoeddin untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah. Dengan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dapat membentuk karakter prajurit yang Prima guna menuju Indonesia Maju.