Pengunjung Website
Hari Ini: 2
Minggu Ini: 50
Bulan Ini: 556
Tahun Ini: 4,192
img thumbnail

Danlanud RHF Hadiri Diskusi Publik Strategi Integratif Menjaga Aset Publik

TNI AU. Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb Agus Rohimat, M. Avn. Mgt. menghadiri Diskusi Publik bertema “Maraknya Kejahatan Fasilitas Umum, Strategi Integratif Menjaga Aset Publik” yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Bhayangkara Tahun 2026, bertempat di Rupatama Wicaksana Laghawa Polresta Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bekerja sama dengan Polda Kepulauan Riau tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, akademisi, TNI-Polri, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membahas maraknya tindak kejahatan terhadap fasilitas umum dan upaya pencegahannya melalui pendekatan yang terintegrasi.

Dalam sambutannya, Ketua Pusat Studi Kepolisian UMRAH, Dahlan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa maraknya kasus perusakan, pencurian, dan berbagai bentuk kejahatan terhadap fasilitas umum telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat serta berpotensi menghambat pertumbuhan dan pembangunan daerah. Oleh karena itu, diperlukan langkah bersama untuk menemukan solusi yang komprehensif mulai dari aspek pencegahan hingga penindakan.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UMRAH Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., menegaskan pentingnya penguatan kebijakan dan peningkatan literasi masyarakat mengenai fungsi serta manfaat fasilitas publik. Menurutnya, keberhasilan menjaga aset publik tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dalam sambutannya secara daring menekankan bahwa kejahatan terhadap fasilitas umum merupakan persoalan yang meresahkan masyarakat dan perlu ditangani secara bersama-sama. Ia menyampaikan bahwa upaya penanganan tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan langkah-langkah strategis yang efektif dan berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, para narasumber dan peserta membahas berbagai aspek terkait kejahatan fasilitas umum, di antaranya pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penertiban, perlunya penegakan hukum yang memberikan efek jera kepada pelaku, identifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya tindak kejahatan termasuk faktor ekonomi, serta peningkatan literasi positif guna membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga aset publik dan menangkal tindakan vandalisme yang bersifat provokatif.

Keikutsertaan Danlanud RHF dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan TNI Angkatan Udara terhadap upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keberlangsungan aset publik sebagai bagian dari pembangunan nasional. Melalui kolaborasi yang erat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Diharapkan terwujud lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.