TNI AU. Komandan Lanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko, M.M., menghadiri Upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) Matra Udara TA 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Upakarti, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (20/11/2025).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) yaitu Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsda TNI Dr. T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A.
Pada kesempatan tersebut, Irup membacakan amanat Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam amanatnya disampaikan bahwa lanskap pertahanan modern tidak lagi hanya berkisar pada perebutan wilayah atau kekuatan senjata, tetapi juga pada penguasaan persepsi dan opini publik. Di era digital saat ini, pertempuran banyak terjadi di ranah informasi, di mana disinformasi, misinformasi, dan malinformasi menjadi ancaman nyata yang dapat memengaruhi cara pandang, menggoyahkan kepercayaan, serta memecah persatuan bangsa.
Oleh karena itu, sistem pertahanan negara perlu dikembangkan secara adaptif. Pertahanan tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer untuk menghadapi ancaman konvensional, tetapi juga memanfaatkan potensi informasi, teknologi, sumber daya manusia, serta ketahanan sosial dalam menghadapi berbagai ancaman nonkonvensional.
“Sesuai prinsip Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), TNI menjadi kekuatan utama, sedangkan rakyat berperan sebagai kekuatan pendukung. Pembentukan Komcad tidak hanya memperkuat kemampuan pertahanan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kedaulatan dan keutuhan negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara,” ujar Menhan RI dalam amanatnya.
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara tambahan berupa foto bersama, demonstrasi keterampilan Komcad, yel-yel, bongkar pasang senjata, senam strong Komcad Wanita, pencak silat militer, taktik serbuan, defile pasukan Komponen Cadangan, pelajar, dan pramuka, serta ditutup dengan penampilan kesenian Kuda Renggong.
Turut hadir dalam kegiatan ini para pejabat Kementerian Pertahanan RI, Aster Kasau, Kapusterau, pejabat Kodiklatau, Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), pejabat TNI-Polri lainnya, dan Bupati Bandung beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung.









