TNI AU. Danpusdik Kodiklatau Marsma TNI Sapuan. S.Sos., M.M., CHRMP., menghadiri penutupan Pendidikan dan pengambilan sumpah Siswa Semata Prajurit Karier (PK) TNI Angkatan Udara Khusus Pasukan Angkatan ke-91 dan Sejursarta Khusus Pasukan A-57. Acara di pimpin langsung oleh Dankodiklatau Marsdya TNI Dr. T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A. secara resmi melalui upacara penutupan yang berlangsung khidmat di Lapangan Jingga Makorpasgat, Selasa (30/12/2025).
Dalam amanatnya, Dankodiklatau menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah merupakan momentum bersejarah yang menandai berakhirnya masa pendidikan dasar keprajuritan sekaligus perubahan status dari warga sipil menjadi Prajurit Dua (Prada) TNI Angkatan Udara.
Dalam amanatnya, Dankodiklatau menegaskan bahwa keberhasilan para prajurit menyelesaikan pendidikan merupakan hasil kerja keras, disiplin tinggi, serta ketahanan fisik dan mental yang tangguh selama kurang lebih tiga bulan pendidikan. Proses pembinaan yang berat sebagai kawah candradimuka telah membentuk para prajurit bertransformasi dari masyarakat sipil menjadi prajurit TNI Angkatan Udara dengan kualifikasi pasukan.
Dankodiklatau juga menekankan agar seluruh mantan Siswa Semata PK TNI AU Khusus Pasukan Angkatan ke-91 terus mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan yang telah diperoleh melalui latihan berkelanjutan, guna mendukung pelaksanaan tugas di satuan.
“Para prajurit diharapkan menjadi generasi penerus TNI Angkatan Udara yang berjiwa AMPUH, disiplin, loyal, serta senantiasa berpegang teguh pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI.” ujar Dankodiklatau.
Lebih lanjut, Dankodiklatau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada orang tua dan keluarga prajurit atas doa dan dukungan yang diberikan, serta kepada Komandan Pusdik, Komandan Wingdik 800/Pasgat, para gadik, pelatih, dan seluruh pihak terkait atas dedikasi dalam mendidik prajurit TNI Angkatan Udara sebagai aset bangsa penjaga kedaulatan NKRI.
Dalam pendidikan ini, siswa terbaik Semata PK TNI AU Khusus Pasukan A-91 diraih Prada Muhammad Zulfikar, sementara siswa terbaik Sejursarta Khusus Pasukan A-57 diraih oleh Prada Muhammad Achwa Raka.
Menutup amanatnya, Dankodiklatau berpesan agar seluruh prajurit senantiasa mengembangkan kemampuan diri, menjunjung tinggi nilai AMPUH (adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis), serta memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI. Selain itu, para prajurit diminta untuk selalu menaati peraturan dan tata tertib sebagai konsekuensi perubahan status dari sipil menjadi militer.
“Mulai detik ini, TNI Angkatan Udara menunggu Darma Baktimu,” tegas Dankodiklatau.
Upacara penutupan pendidikan turut dihadiri Panglima Komando Pasukan Gerak Cepat (Pangkorpasgat), Dankoharmatau, Danseskoau, Kas Korpasgat, para Direktur Kodiklatau, Ir Korpasgat, Kapoksahli Korpasgat, Aspers Korpasgat, Kaskogartap II, Danlanud Husein Sastranegara, Danlanud Sulaiman, Bupati Bandung, Kepala BKSDA Jawa Barat–Banten, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Kepala Perhutani Unit III Jawa Barat–Banten, Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Kapolresta Bandung, para pejabat Korpasgat, para instruktur, pelatih dan pengasuh, serta orang tua mantan siswa dan tamu undangan lainnya




