Pengunjung Website
Hari Ini: 11
Minggu Ini: 35
Bulan Ini: 229
Tahun Ini: 1,657
img thumbnail

Danpusdik Kodiklatau Tinjau Langsung Latihan Terjun Payung Paradasar TNI AU Angkatan ke-209

TNI AU. Komandan Pusat Pendidikan Kodiklatau Marsma TNI Sapuan, S.Sos., M.M., CHRMP., meninjau secara langsung pelaksanaan latihan terjun payung Paradasar TNI AU Angkatan ke-209 yang berlangsung di runway Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Selasa (10/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Danpusdik Kodiklatau didampingi Komandan Wing Pendidikan 800/Pasgat Kolonel Pas Dr. Yosafat Soelya, S.E., M.Tr.(Han)., CTMP., serta Komandan Skadik 803 Mayor Pas Gerry Kurniawan, S.E. Kehadiran para pimpinan ini untuk melihat secara langsung pelaksanaan latihan terjun payung para siswa yang dilakukan dengan menggunakan perlengkapan tempur lengkap, meliputi senjata, ransel, dan helm, sebagai bagian dari tahapan pendidikan.

Latihan penerjunan dengan perlengkapan tempur ini merupakan salah satu materi penting dalam pendidikan Paradasar TNI AU. Materi tersebut bertujuan untuk menguji kesiapan mental, keberanian, serta kemampuan para siswa dalam menghadapi pelaksanaan tugas operasi di medan yang sebenarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Danpusdik Kodiklatau juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan prosedur serta standar keselamatan yang telah ditetapkan, mulai dari tahapan titik muat, persiapan di dalam pesawat, hingga proses penerjunan dan pendaratan di daerah dropping zone.

Pelaksanaan penerjunan menggunakan pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 31 Jakarta dengan captain pilot Kapten Pnb Jatmiko Adi. Dengan profesionalisme awak pesawat dalam menerbangkan serta mengarahkan pesawat menuju daerah dropping zone, seluruh rangkaian penerjunan dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan lancar.

Danpusdik Kodiklatau, Marsma TNI Sapuan, S.Sos., M.M., CHRMP.., didampingi Danwingdik 800/Pasgat Kolonel Pas Dr. Yosafat Soelya, S.E., M.Tr(Han)., CTMP., dan Danskadik 803 Mayor Pas Gerry Kurniawan, S.E., melihat secara langsung para siswa terjun payung yang dilaksanakan dengan menggunakan perlengkapan tempur, meliputi senjata, ransel, dan helm sebagai bagian dari tahapan pendidikan bagi para siswa.

Latihan terjun dengan perlengkapan tempur ini merupakan salah satu materi penting dalam pendidikan Paradasar TNI AU yang bertujuan untuk menguji kesiapan mental, keberanian, serta kemampuan para siswa dalam menghadapi pelaksanaan tugas operasi di Medan yang sebenarnya.

Pada kesempatan tersebut, Danpusdik Kodiklatau Marsma TNI Sapuan menegaskan bahwa latihan Paradasar merupakan fondasi penting dalam membentuk prajurit TNI AU yang tangguh, disiplin, dan memiliki kesiapan mental dalam menghadapi berbagai tugas operasi.

“Latihan terjun payung ini bukan hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga membangun keberanian, kepercayaan diri, serta ketangguhan mental para siswa. Saya berharap seluruh peserta latihan dapat mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh sehingga kelak mampu melaksanakan tugas operasi secara profesional, aman, dan penuh tanggung jawab,” ujar Danpusdik Kodiklatau.

Menggunakan pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 31 Jakarta dengan captain pilot Kapten Pnb Jatmiko Adi yang telah berhasil menerbangkan pesawat serta mengarahkan para siswa menuju daerah dropping zone dengan baik sehingga pelaksanaan penerjunan dapat berjalan dengan aman dan lancar.