TNI AU. Madiun. Depo Pemeliharaan (Depohar) 80 kembali menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil meluluskan sepuluh teknisi baru berkualifikasi khusus dalam pemeliharaan engine F-404. Momen bersejarah ini ditandai dengan upacara penutupan Binterampil Engine F-404 yang berlangsung khidmat di Depohar 80, Madiun, baru-baru ini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata konsistensi Depohar 80 dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemeliharaan alutsista TNI Angkatan Udara.
Upacara penutupan pendidikan tersebut dihadiri oleh pejabat jajaran Depohar 80, para instruktur, dan seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan program pendidikan intensif selama dua bulan. Dengan rangkaian kegiatan yang disusun sistematis dan penuh disiplin, program ini dirancang untuk menghasilkan teknisi-teknisi profesional yang siap menghadapi tantangan pemeliharaan engine berteknologi tinggi.
Dandepohar 80, Kolonel Tek Jarot Sudarwanto, S.E., M.M., dalam sambutan yang dibacakan oleh Kadisrendalhar Depohar 80 Letkol Tek Anselmus Warianto Risa, M.Han., menegaskan bahwa pendidikan ini merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi penerus teknisi yang kelak akan menangani pemeliharaan engine F-404 di Depohar 80. Menurutnya, kualitas teknisi menentukan kesiapan operasional alutsista, sehingga pembinaan kompetensi tidak boleh berhenti pada pendidikan semata.
Dalam kesempatan tersebut, Serda Randitya dinobatkan sebagai siswa terbaik setelah menunjukkan kinerja unggul dalam seluruh aspek pendidikan, baik teori maupun praktik lapangan. Prestasinya yang menonjol membuatnya berhak menerima sertifikat Siswa Terbaik serta Sertifikat Teknisi Engine F-404 yang diserahkan secara simbolis oleh Kadisrendalhar Depohar 80. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan yang kini siap mengemban tugas sebagai teknisi engine F-404, yakni mesin utama jet tempur T-50i kebanggaan TNI AU.
Penghargaan yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi bagi para lulusan untuk terus meningkatkan kemampuan teknis dan sikap profesional dalam menjalankan tugas. Sebab, pemeliharaan engine F-404 menuntut ketelitian tinggi, pemahaman mendalam, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi pemeliharaan pesawat tempur.
Lebih lanjut, Dandepohar 80 menekankan bahwa kelulusan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang harus ditempuh para teknisi baru. Ia berharap para lulusan terus meng-upgrade skill, menjaga etos kerja, dan mengembangkan kemampuan dalam pemeliharaan engine pesawat tempur T-50i. Sebab, kesiapan alutsista merupakan kunci dalam menjaga kedaulatan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan lahirnya sepuluh teknisi berkualifikasi khusus ini, Depohar 80 semakin mantap dalam memperkuat barisan tenaga profesional yang memiliki dedikasi dan kompetensi tinggi. Ke depan, para teknisi ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga performa optimal engine F-404 serta mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara dalam setiap penugasan strategis.
(Penkoharmatau).


-1120519-1080.webp)


-1120519-1080.webp)
