TNI AU. Mengantisipasi risiko kebakaran yang mungkin terjadi di lahan, bangunan, bahkan fasilitas strategis, Lanud Iswahjudi menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Madiun menggelar pelatihan penanganan kebakaran di Gedung Teddy Kustari, Jumat (30/10/2026) Pelatihan ini menjadi upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel Base Rescue Disops Lanud Iswahjudi dan satuan kerja terkait agar mampu mengenali potensi bahaya, melakukan pencegahan dini, hingga mengambil tindakan penanganan secara cepat, tepat, dan aman.
Dalam sambutannya, Kadisops Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Hendri Yulavitra Yustianto, M.Han., menegaskan bahwa menghadapi ancaman kebakaran tidak cukup hanya dengan kemampuan memadamkan api ketika sudah membesar. Menurutnya, langkah terpenting justru dimulai dari pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat pada saat awal kejadian. Keterlambatan dalam menangani situasi darurat, sekecil apa pun, dapat berujung pada kerugian materiil, kerusakan fasilitas negara, bahkan mengancam keselamatan jiwa.
Sementara itu, Plt. Kasiops Damkarmat Kota Madiun, Bambang Hari Wahyudi, S.Sos., mengingatkan bahwa lingkungan Lanud Iswahjudi memiliki karakteristik risiko kebakaran yang perlu mendapat perhatian khusus. Keberadaan fasilitas strategis seperti hanggar pesawat tempur, depo bahan bakar avtur, gudang amunisi, hingga asrama menjadikan kesiapsiagaan sebagai hal yang sangat penting. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pembekalan tersebut untuk memahami langkah penanganan kebakaran sesuai dengan karakteristik dan potensi bahaya di lingkungan masing-masing.
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi teori oleh tim Damkarmat Kota Madiun kepada personel Base Rescue Lanud Iswahjudi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sumber dan klasifikasi kebakaran, tahapan perkembangan api, potensi bahaya asap, teknik pemadaman, serta langkah-langkah pencegahan. Tidak hanya menerima penjelasan, peserta juga mendapatkan pengenalan peralatan pemadam kebakaran, tata cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta kesempatan mempraktikkan teknik pemadaman api.
Melalui pelatihan yang ditinjau secara langsung Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.S., M.Han., personel diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman tentang cara menangani kebakaran, tetapi juga semakin sigap dalam mengenali potensi bahaya dan mengutamakan keselamatan saat menghadapi keadaan darurat. Keterampilan tersebut menjadi bekal penting, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat di lingkungan sekitar.



-1131403-1080.webp)