TNI AU. Padang. Lanud Sutan Sjahrir menunjukkan komitmen penuh dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah Sumatera Barat dengan berpartisipasi aktif dalam Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi Megathrust Kogabwilhan I Tahun 2026 "TRISULA-26". Kegiatan yang berlangsung sejak 13 April hingga puncaknya pada latihan lapangan hari ini, Sabtu (18/4/2026), dipusatkan di kawasan Pantai Muaro Lasak, Padang.
Dalam simulasi berskala besar ini, Lanud Sutan Sjahrir memainkan peran krusial pada sektor distribusi logistik dan evakuasi medis udara. Komandan Lanud Sutan Sjahrir melalui Kadisops Letkol Lek Rianto Lismara, S.T., menegaskan bahwa jalur udara menjadi prioritas utama untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi akibat dampak gempa bumi dan tsunami.
Sebagai bagian dari Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad), Lanud Sutan Sjahrir mensimulasikan skenario pengerahan berbagai unsur kekuatan udara, diantaranya: Evakuasi Medis Udara, Penggunaan Helikopter Caracal untuk evakuasi cepat korban dari lokasi bencana menuju pusat layanan medis.
Jembatan Udara Logistik, Optimalisasi pesawat angkut strategis seperti C-130 Hercules, A400M, dan CASA untuk memastikan suplai bahan pangan, sandang, dan obat-obatan tetap mengalir tanpa hambatan.
Komunikasi Terpadu, Memperkuat integrasi sistem komunikasi operasional dengan Basarnas, BPBD, dan instansi terkait untuk meminimalisir hambatan koordinasi di lapangan.
Pada latihan lapangan hari ini, personel Lanud Sutan Sjahrir bersama ±150 personel gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan Pemerintah Daerah melaksanakan berbagai simulasi teknis, mulai dari pemberian peringatan dini tsunami oleh BMKG (dengan parameter gempa M 8.7), Survei dan Pemetaan Udara Menggunakan Drone Remote Control, Ambulans Penyelamatan dan Evakuasi Medis menggunakanteknik penyelamatan di reruntuhan bangunan (Collapsed Structure Search and Rescue), dan Truk mendukung Pergerakan Logistik dan Mobilisasi Personel di lapangan, hingga evakuasi korban yang terapung di laut menggunakan Perahu Karet.
Irdam XX/TIB, Brigjen TNI Heri Susanto, selaku pimpinan kegiatan, menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral. Senada dengan hal tersebut, Lanud Sutan Sjahrir terus melakukan evaluasi terhadap kesiapan tenaga medis dan fasilitas pendukung seperti rumah sakit lapangan guna memastikan respons yang adaptif terhadap dinamika ancaman Megathrust.
Partisipasi Lanud Sutan Sjahrir dalam LKO TRISULA-26 ini diharapkan mampu mengidentifikasi serta mengasah kemampuan operasional satuan dalam menghadapi skenario terburuk. Dengan adanya latihan rutin dan terukur.
diharapkan seluruh unsur Lanud Sutan Sjahrir selalu siap digerakkan sewaktu-waktu demi memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya di wilayah pesisir yang rawan terdampak tsunami.


















