Pengunjung Website
Hari Ini: 1
Minggu Ini: 49
Bulan Ini: 244
Tahun Ini: 992
img thumbnail

Hawk MK-53 Kembali Bersinar, Monumen Gagah Penjaga Ingatan Kejayaan Udara Indonesia

TNI AU – Pesawat Hawk MK-53 yang berdiri gagah di halaman Markas Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Mako Koharmatau), Bandung, kembali memancarkan pesonanya usai menjalani perawatan rutin, Senin (09/03/2026). Monumen kebanggaan ini seakan hidup kembali, menegaskan wibawa dan kejayaan alutsista udara Indonesia pada masanya, sekaligus menjadi ikon yang menyambut setiap langkah prajurit dan tamu yang memasuki Mako Koharmatau.

Sebagai salah satu pesawat legendaris TNI AU, Hawk MK-53 bukan sekadar benda mati yang dipajang. Perawatan rutin yang dilakukan menjadi wujud kepedulian terhadap nilai historis dan simbolik pesawat ini, agar tetap terawat, layak dikenang, serta terus menumbuhkan rasa bangga generasi penerus terhadap sejarah pengabdian matra udara Indonesia.

KomandanKomandoPemeliharaanMaterielTNIAngkatanUdara (Dankoharmatau) Marsda TNI Ir. Suryanto, menegaskan bahwa keberadaan Hawk MK-53 memiliki makna edukatif yang mendalam. Monumen ini menjadi pengingat bahwa Indonesia pernah memiliki pesawat latih lanjut sekaligus tempur taktis yang sangat disegani. Lebih dari itu, Hawk MK-53 merepresentasikan semangat juang para penerbang dan teknisi TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.

Pada masa pengabdiannya, Hawk MK-53 telah mencatatkan kontribusi besar dalam berbagai operasi dan kegiatan TNI AU. Dedikasi pesawat ini, bersama awak dan unsur pendukungnya, menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mempertahankan keutuhan NKRI. Karena itulah, Hawk MK-53 kini berdiri kokoh di Mako Koharmatau sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengabdiannya.

Secara teknis, Hawk MK-53 merupakan pesawat buatan Inggris produksi British Aerospace Company tahun 1980. Ditenagai mesin Rolls Royce Turbomeca Adour 851 turbofan, pesawat ini memiliki performa impresif dengan kecepatan maksimum mencapai 1.060 km/jam dan ketinggian terbang hingga 15.240 meter. Dari sisi persenjataan, Hawk MK-53 dilengkapi kanon 30 mm Aden serta kemampuan membawa roket dan bom, menjadikannya andal untuk misi latihan lanjut maupun tempur taktis.

Secara historis, Hawk MK-53 resmi memperkuat TNI AU sejak 24 Februari 1981 dan kemudian menjadi bagian Skadron Udara 15 Lanud Madiun. Pesawat ini juga pernah tergabung dalam tim aerobatik kebanggaan seperti “Spirit 85”, “Jupiter Aerobatic Team”, dan “Jupiter Blue”. Kini, meski tak lagi mengudara, Hawk MK-53 tetap menjalankan tugas mulianya sebagai penjaga ingatan, menyampaikan kisah kejayaan udara Indonesia kepada setiap generasi yang memandangnya.