TNI AU. Helicopter Caracal TNI AU EC-725/HT-7201 dari Skadron Udara 8 yang dipiloti oleh Mayor Pnb Arif Khoirudin membantu penanganan kejadian di Paro Nduga. TNI Polri bekerja untuk kepentingan Negara dalam menyelamatkan nyawa manusia, Sabtu, (11/2/2023).
[gallery ids="306623"]Keterlibatan Heli Caracal TNI AU EC-725/HT-7201 ini membantu evakuasi para pengungsi yakni masyarakat yang berasal dari Paro ke Kenyam, Kab. Nduga, selain Heli Caracal ada juga Heli Penerbad dan juga Heli dari Kepolisian yang secara bersamaan melaksanakan misi kemanusian.
[gallery ids="306624"]Selesai penanganan para pengungsi, bertempat di Polres Pelayanan Mimika, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa didampingi oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Ramdani Hidayat, S.H, Danpas Brimob III Korbrimob Polri Brigjen. Pol. Gatot Haribowo, S.I.K., M.A.P., dan Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M., melaksanakan jumpa pers.
[gallery ids="306625"]Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan bahwa pada prinsipnya TNI Polri bekerja atas kepentingan Negara. TNI Polri dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua dalam penanganan kasus Paro beberapa lalu, melibatkan Para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat beserta Pemerintah Daerah yang bertujuan hanya satu, yaitu menyelamatkan nyawa manusia yaitu aspek kemanusiaan.
"Mengenai Pesawat Susi Air yang terbakar, terdapat isu-isu yang beredar bahwa ada 15 orang yang diancam oleh Egianus Kagoya, namun semuanya sudah dapat dievakuasi dengan selamat. Namun 1 personel pilot masih diduga bersama kelompok KST dan kita terus melakukan pencarian, sesuai dengan kondisi di lapangan," jelas Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Sementara itu di tempat yang sama, Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M. menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak TNI / Polri yang telah membantu penyelamatan nyawa manusia, bahkan sampai berjalan kaki dari wilayah Paro menuju ke Distrik Kenyam. “ jelas Danrem 172/PWY.(PenYku)