TNI AU. Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau) Marsda TNI Rudolf P. Buulolo, S.E., M.M., mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., di Lanud R. Suryadi Suryadarma, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Selasa (15/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan satuan sekaligus memastikan modernisasi alutsista TNI AU berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, organisasi, pemeliharaan, doktrin, dan pola operasi.
Di hadapan para perwira Lanud R. Suryadi Suryadarma dan unsur satuan terkait, Kasau menegaskan bahwa modernisasi alutsista tidak boleh hanya berorientasi pada aspek pengadaan, tetapi harus diikuti kesiapan menyeluruh agar setiap kemampuan yang dimiliki dapat dioperasikan secara optimal. Kesiapan tersebut mencakup personel yang profesional dan berkualitas, organisasi yang adaptif, doktrin yang relevan, sistem pemeliharaan yang andal, serta pola operasi yang mampu menjawab tuntutan tugas dan perkembangan lingkungan strategis.
Kasau juga menekankan pentingnya membangun budaya safety sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan operasi. Menurutnya, safety merupakan tanggung jawab seluruh unsur dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyiapan, pemeliharaan, perencanaan hingga pelaksanaan dan pengendalian operasi. Budaya keselamatan harus menjadi kesadaran bersama sehingga setiap tugas dapat dilaksanakan secara efektif, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan personel maupun alutsista.
Dalam kesempatan tersebut, Kasau mengingatkan bahwa efisiensi organisasi harus terus dikembangkan tanpa mengurangi standar safety dan kesiapan operasi. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan simulator, integrasi kegiatan, serta peningkatan budaya berbagi pengalaman dan pengetahuan antarpersonel. Sejalan dengan itu, Koharmatau memiliki peran strategis dalam menjamin kesiapan materiel melalui pemeliharaan yang profesional, terukur, dan berkesinambungan guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas operasional TNI AU.
Rangkaian kunjungan kerja dilanjutkan dengan peninjauan kesiapan Dynamic Pegasus serta demo udara Airborne Assault Tactical Training (AATT) yang diperagakan oleh dua pesawat C-130J Super Hercules dari Skadron Udara 31. Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata sinergi antara kesiapan personel, kemampuan alutsista, pemeliharaan, dan prosedur operasi. Penguatan seluruh aspek tersebut menjadi landasan penting agar modernisasi alutsista TNI AU benar-benar mampu meningkatkan kemampuan operasi secara optimal, sekaligus mewujudkan TNI AU yang profesional, adaptif, modern, unggul, dan humanis.


-1129454-1080.webp)