TNI AU. Bandung. Dalam rangka pelaksanaan usulan kenaikan pangkat (UKP) periode 1 Oktober 2025, seluruh prajurit Koharmatau yang mendapat kesempatan tersebut wajib mengikuti tes kesamaptaan jasmani. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Olahraga Koharmatau, Bandung, pada Selasa (06/05/2025), dan menjadi syarat utama yang harus dipenuhi sebelum pengajuan kenaikan pangkat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Komandan Koharmatau, Marsda TNI Asfan Jauhari, S.A.P., M.Si., secara tegas menekankan bahwa hanya prajurit dan PNS yang memenuhi standar nilai kesamaptaan yang layak untuk diusulkan naik pangkat. Ia menegaskan, jika ada yang belum memenuhi nilai minimum, maka harus dibina terlebih dahulu dan tidak diberikan toleransi. “Jangan pernah diberi kesempatan jika tidak memenuhi syarat. Laksanakan pembinaan dan awasi dengan ketat,” tegasnya.
Dankoharmatau juga menyayangkan bila masih ada prajurit yang tidak siap mengikuti tes kesamaptaan, padahal setiap hari Selasa dan Jumat sudah tersedia waktu untuk pembinaan fisik. Ia menilai, pembinaan yang sudah dijadwalkan seharusnya cukup untuk mempersiapkan personel menghadapi tes. “Kalau masih tidak lolos, itu berarti tidak memanfaatkan waktu pembinaan dengan baik,” ujarnya.
Dalam periode kali ini, terdapat sejumlah personel Koharmatau yang mendapat kesempatan untuk naik pangkat, yakni satu perwira menengah (Pamen), empat perwira pertama (Pama), tujuh bintara, lima tamtama, dan satu pegawai negeri sipil (PNS). Seluruh rangkaian kegiatan samapta diawasi langsung oleh staf personel Koharmatau untuk memastikan objektivitas dan keadilan.
Bagi prajurit TNI AU, tes samapta dibagi menjadi dua bagian, yaitu samapta A berupa lari selama 12 menit, serta samapta B yang mencakup push up, pull up, sit up, dan lari angka delapan atau setran. Sementara untuk PNS, hanya diwajibkan mengikuti samapta A. Setiap peserta dinilai secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan tes ini menjadi bukti komitmen Koharmatau dalam menegakkan standar profesionalisme dan disiplin di lingkungan TNI AU. Dengan sistem seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan hanya prajurit yang benar-benar layak dan berkualitas yang akan menerima penghargaan berupa kenaikan pangkat. (Penkoharmatau).
-1112194-1080.webp)
-1112194-1080.webp)
-1112194-1080.webp)
-1112194-1080.webp)
-1112194-1080.webp)
-1112194-1080.webp)
-1112194-1080.webp)