Pengunjung Website
Hari Ini: 5
Minggu Ini: 53
Bulan Ini: 490
Tahun Ini: 7,056
img thumbnail

Koharmatau Dukung Penelitian Dislitbangau, Bedah Faktor Minat Prajurit Ikuti Pendidikan Setukpa

TNI AU. Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) mendukung penelitian dan pengkajian bidang insani melalui partisipasi dalam video conference (vicon) koordinasi teknis pengumpulan data penelitian (puldata litkaji) yang diselenggarakan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Dislitbangau). Kegiatan yang diikuti Direktur Personel (Dirpers) Koharmatau Kolonel Tek M. Sarifudin beserta staf Ditpers tersebut berlangsung di Ruang Puskodal Koharmatau, Bandung, Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subdinas Insani (Kasubdisinsani) Dislitbangau Kolonel Adm Aliansyah memaparkan penelitian evaluasi minat prajurit terhadap pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa). Penelitian ini menjadi perhatian menyusul hasil seleksi Setukpa A-35 Tahun Anggaran 2026 yang mencatat sekitar 30 persen peserta dinyatakan lulus murni. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian mendalam untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi minat, motivasi, serta kesiapan prajurit dalam mengikuti pendidikan Setukpa.
Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan Exploratory Sequential Mixed Method, yang memadukan metode kualitatif dan kuantitatif. Tahap awal dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan Bintara yang berdinas di wilayah Jawa maupun luar Jawa, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan dan penyebaran kuesioner kepada responden sesuai sasaran penelitian. Sejumlah aspek yang dikaji meliputi penempatan dan kondisi keluarga setelah pendidikan, persepsi terhadap peran Perwira dan identitas profesi teknisi, pertimbangan remunerasi serta biaya hidup keluarga, hingga kendala administratif dan akses dalam mengikuti seleksi.
Keikutsertaan Koharmatau dalam koordinasi teknis ini merupakan wujud dukungan terhadap upaya Dislitbangau menghasilkan data penelitian yang akurat, objektif, dan komprehensif. Hasil kajian diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai faktor pendorong maupun penghambat minat prajurit mengikuti Setukpa, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembinaan personel TNI Angkatan Udara yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan organisasi.