Pengunjung Website
Hari Ini: 17
Minggu Ini: 65
Bulan Ini: 502
Tahun Ini: 7,068
img thumbnail

Koharmatau Gelar Safety Meeting: Tekankan Peran Inspektor, Pemeliharaan Preventif, dan Adaptasi Validasi Organisasi Demi Wujudkan Zero Accident

TNI AU. Bandung – Koharmatau.     Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) menggelar Safety Meeting secara virtual pada Senin (29/9/2025) bersama seluruh jajaran TNI AU yang memiliki tugas langsung dalam pemeliharaan Alpalhankam, mulai dari Skadron Udara/Teknik, Satuan Radar, Satuan Pemeliharaan, hingga Batalyon Pasgat. Kegiatan ini dipimpin oleh Dirlambangja Koharmatau, Kolonel Tek Arman Rusmanto, S.T., M.Han., di ruang Puskodal, Mako  koharmatau, Bandung, dengan tujuan menyamakan persepsi dan pola pikir insan pemeliharaan menuju Generative Safety Culture serta memastikan kesiapan Alpalhankam mendukung target zero accident.

Dalam arahannya, Kolonel Arman menekankan bahwa teknisi dan inspektor memiliki peran vital dalam menjaga keandalan alutsista maupun peralatan pendukung. Pemeliharaan preventif harus menjadi prioritas utama agar kerusakan dapat dicegah sejak dini. Ia menegaskan perlunya disiplin dalam pelaksanaan prosedur teknis, termasuk pemeriksaan intensif saat after flight check, khususnya ketika pesawat beroperasi dalam kondisi cuaca yang menantang.

Lebih jauh, Dirlambangja juga menekankan pentingnya ketertiban administrasi dan sertifikasi. Ia mengingatkan agar pengajuan sertifikat Inspektor maupun pesawat tidak dibiarkan kedaluwarsa, serta dilakukan pengajuan ulang sebelum jatuh tempo. Pemenuhan Daftar Susunan Personel (DSP) Inspektor juga harus dilaksanakan secara paralel untuk menghindari penumpukan beban kerja. Dokumen pendukung seperti KTI dan KTO pun harus dilengkapi agar fungsi pengawasan berjalan optimal.

Selain itu, Kolonel Arman menegaskan bahwa peran Inspektor Harmatsista maupun Inspektor Kelaikan menjadi kunci penjamin mutu dan kelulusan hasil kerja mekanik. Mereka dituntut selalu hands on terhadap apa yang dikerjakan teknisi di lapangan. Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan urgensi pembinaan dan regenerasi inspektor secara berkelanjutan. Hal ini penting mengingat adanya keterbatasan alokasi pendidikan, kedatangan Alpalhankam baru, serta dinamika birokrasi akibat diberlakukannya validasi organisasi terbaru.

Terkait validasi organisasi, Kolonel Arman menekankan pentingnya adaptasi dan penyesuaian yang cepat. Ia mengingatkan agar perubahan ini tidak menimbulkan miskomunikasi atau miskoordinasi yang dapat berpengaruh langsung terhadap kesiapan alutsista. Menurutnya, setiap satuan jajaran harus proaktif menyesuaikan struktur dan mekanisme kerja agar pemeliharaan tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dirlambangja juga menyoroti pentingnya sinergi antara Koharmatau, khususnya Lambangja, dengan Direktorat Engineering. Kolaborasi ini sangat dibutuhkan dalam membaca serta menindaklanjuti dokumen teknis seperti Service Bulletin (SB), PTU/STK/ITU, dan lainnya. Dengan koordinasi yang solid, prioritas pemeliharaan di satuan dapat disusun lebih akurat sehingga memperkuat kesiapan operasional TNI AU.

Menutup arahannya, Kolonel Arman menegaskan bahwa disiplin administrasi, regenerasi SDM yang berkesinambungan, serta pelaksanaan pemeliharaan preventif dan korektif merupakan fondasi utama dalam membangun kesiapan operasional. Dengan langkah-langkah tersebut, TNI Angkatan Udara diharapkan mampu mencapai setiap misi dengan aman dan berhasil, serta menjaga komitmen bersama menuju target zero accident.

(Penkoharmatau).