TNI AU. Komitmen memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional terus menjadi perhatian TNI dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau), Marsda TNI Rudolf P. Buulolo, S.E., M.M., yang diwakili Kepala Pembinaan Teritorial (Kabinter) Koharmatau Kolonel Tek Tri Hartanto, menghadiri rapat koordinasi secara daring yang berlangsung di ruang Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Koharmatau, Bandung, Rabu (27/10/2027). Rapat dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI dan dipusatkan di ruang rapat Wamenhan RI, Jakarta.
Dalam rapat tersebut, Wamenhan RI membahas peran strategis industri pertahanan (Inhan) dalam mendukung pemenuhan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) Indonesia. Industri pertahanan memiliki peran penting dalam mengembangkan, memproduksi, memelihara, memperbaiki, serta menjamin dukungan teknis terhadap berbagai alutsista dan perlengkapan pertahanan. Keberadaan industri pertahanan nasional yang kuat dan berdaya saing diharapkan mampu meningkatkan kemandirian bangsa sekaligus memperkuat kesiapan operasional TNI dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara.
Rapat tersebut dihadiri secara langsung oleh jajaran pejabat Kementerian Pertahanan, antara lain Dirjen Pothan Kemhan, Dirtek Pothan Kemhan, Kapus Alpahan Baloghan Kemhan, serta para pejabat bidang matra darat, laut, dan udara Pusalpahan Baloghan Kemhan. Sementara itu, secara daring turut hadir Aslog Kasal beserta tim, Direktur Utama PT PAL beserta satuan tugas terkait, Aslog Kasad beserta tim, Direktur Utama PT Pindad, PT LEN, dan PT Dahana, serta Aslog Kasau beserta tim dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Keikutsertaan Koharmatau dalam rapat tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penguatan sinergi antara TNI, Kementerian Pertahanan, dan industri pertahanan nasional. Kolaborasi yang solid diharapkan dapat mendorong peningkatan kemampuan industri dalam negeri, memperkuat kemandirian pemeliharaan alutsista, serta menjamin ketersediaan dukungan materiel secara berkelanjutan. Dengan demikian, industri pertahanan nasional diharapkan semakin mampu menjadi mitra strategis TNI dalam mewujudkan kesiapan operasional yang optimal guna mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara.