Pengunjung Website
Hari Ini: 8
Minggu Ini: 81
Bulan Ini: 81
Tahun Ini: 3,717
img thumbnail

Lanud Adi Soemarmo Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian Dunia

TNI AU. Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo berlangsung khidmat dan penuh makna. Upacara yang digelar di Lapangan Dirgantara pada Senin (1/6/2026) dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han, serta diikuti seluruh personel Lanud Adi Soemarmo yang tergabung bersama Setukpa dan Wingdik 400.

Dalam kesempatan tersebut, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bapak Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya disampaikan bahwa tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, merupakan penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban atas berbagai tantangan global dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai dinamika zaman. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian, konflik, dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata keberhasilan mempersatukan keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau serta ratusan suku dan etnis dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat. Pancasila menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik internasional.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton dalam percaturan dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dalam konteks tersebut, Pancasila menjadi fondasi utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen diplomasi yang relevan dan dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani berbagai perbedaan serta membantu penyelesaian konflik secara damai. Sebagai bangsa besar, Indonesia terus menunjukkan kontribusi nyata melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan dan ketidakadilan.

Kontribusi tersebut merupakan implementasi nyata dari sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Melalui nilai-nilai luhur tersebut, Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian sejati bukan hanya ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta kesejahteraan yang dirasakan oleh seluruh umat manusia.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk semakin memperkokoh komitmen seluruh komponen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan.