Pengunjung Website
Hari Ini: 7
Minggu Ini: 80
Bulan Ini: 709
Tahun Ini: 5,068
img thumbnail

Lanud Iswahjudi Bekali Koprs Kadet Republik Indonesia Kesadaran Hukum, Bentuk Generasi Muda Berkarakter di Era Digital

TNI AU. Dalam upaya membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki Kesadaran hukum tinggi, Lanud Iswahjudi meggelar kegiatan Sosialisasi Hukum dalam sebagai bentuk pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur, Madiun. Jumat (24/7/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membekali para kadet sebagai calon penerus bangsa agar mampu memahami aturan, etika, serta konsekurensi dari setiap tindakan di tengah perkembangan era digital.

Pada kesempatan ini, Kadister Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Amades, S.E., yang diwakili Kasitahwil Dister Lanud Iswahjudi Letkol Adm M. Teguh, S.E., mengatakan para kadet bahwa menjadi bagian KKRI merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar, yang tidak hanya dituntut kemampuan fisik prima, cerdas, dan disiplin tinggi, namun juga harus memiliki pemahaman serta kesadaran hukum sebagai fondasi membangun karakter kepemimpinan.

“Saya mengingatkan agar seluruh kadet untuk menjaga kehormatan diri dan nama baik KKRI, kepatuhan terhadap hukum menjadi bagian dari profesonalisme seorang kadet yang memiliki nilai integritas, loyalitas, tanggung jawab, serta keteladanan,” ujarnya.

Dalam sosialisasi ini, Staf Hukum Lanud Iswahjudi Kapten Kum Fariel Amri, S.H., memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum, sosial, dan akademik apabila seseorang terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum.

Para kadet dibekali pengetahuan mengenai berbagai bentuk pelanggaran hukum seperti penyalahgunaan narkotika, kekerasan dan bullying, kekerasan seksual, kejahatan siber, hingga penyalahgunaan media sosial. Pemahaman tersebut diberikan agar para kadet mampu mengenali risiko, mengambil keputusan secara bijak, serta menghindarkan diri dari tindakan yang dapat merugikan masa depan mereka.

“Pelanggaran hukum tidak hanya berdampak pada proses hukum, tetapi dapat menimbulkan konsekuensi sosial dan akademik,” ujarnya seperti hilangnya kepercayaan masyarakat, rusaknya reputasi pribadi, terganggunya hubungan keluarga, hingga ancaman terhadap masa depan pendidikan menjadi risiko yang harus dipahami oleh para kadet.

Oleh karena itu melalui sosialisasi ini, para kadet diajak dan diingatkan untuk selalu memahami aturan, membangun integritas, memilih lingkungan yang positif, serta berani menolak ajakan yang mengarah pada pelanggaran hukum.