TNI AU. Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, M.Maritime Pol., M.M.O.A.S., didampingi Kadisops, Dansatpom, Kaintel, dan Kakum Lanud Roesmin Nurjadin, mengikuti Video Conference (Vicon) latihan penanganan pasca force down yang dipimpin oleh Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional (Kas Koopsudnas), bertempat di Ruang Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (10/9/2026).
Latihan tersebut merupakan bagian dari kesiapan operasi udara nasional dalam menghadapi potensi pelanggaran wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pelaksanaan force down dijadwalkan berlangsung di Lanud Hang Nadim, Batam, pada 11 September 2026.
Dalam skenario latihan, unsur pertahanan udara mendeteksi sebuah pesawat asing yang memasuki wilayah udara NKRI tanpa izin pada koordinat 01°30.000' N 107°00.000' E. Menindaklanjuti situasi tersebut, Kosek I memerintahkan satu flight pesawat tempur F-16 dari Skadron Udara 16 Wing Udara 3.1 Lanud Roesmin Nurjadin untuk melaksanakan intersepsi.
pesawat asing tidak mengindahkan perintah untuk meninggalkan wilayah udara Indonesia, unsur pesawat tempur melaksanakan tindakan terukur sesuai prosedur hingga pesawat tersebut dapat dipaksa mendarat (force down) di Lanud Hang Nadim Batam.
Dalam latihan ini, Lanud Roesmin Nurjadin tidak hanya mengerahkan unsur pesawat tempur. Sebanyak 15 personel Yon Parako 462 Kopasgat turut disiapkan, diperkuat dengan kendaraan taktis Maung serta kendaraan P6 ATAV RCWS, guna mendukung pengamanan dan penanganan pasca force down.
Selain itu, Lanud Roesmin Nurjadin juga mengerahkan dua ekor satwa K9 beserta dua pawang dari Satuan Brigan Satpomau Lanud Roesmin Nurjadin. Unsur tersebut memiliki peran dalam membantu pemeriksaan dan pengamanan pesawat, termasuk mendeteksi kemungkinan adanya barang terlarang seperti narkotika serta mendukung pengamanan area bandara setelah pesawat berhasil dipaksa mendarat.
Latihan ini menegaskan bahwa penanganan pelanggaran wilayah udara tidak berhenti pada keberhasilan intersepsi dan force down. Setiap unsur harus siap menghadapi tahapan lanjutan, mulai dari pengamanan pesawat, pemeriksaan, sterilisasi, hingga penanganan personel dan barang yang berada di dalam pesawat.
Sementara itu, Asops Kosek I menegaskan bahwa tugas pertahanan udara memiliki dimensi yang lebih luas.
“Kita tidak hanya menjaga langit Indonesia, kita juga menjaga kepentingan nasional. Ini bukan hanya tugas satu Lanud, tetapi merupakan sinergitas seluruh komponen bangsa dalam menghadapi sewaktu-waktu adanya pesawat asing yang melintasi wilayah NKRI tanpa izin.”
Latihan force down ini menjadi momentum untuk menguji kesiapsiagaan, koordinasi, serta interoperabilitas antar unsur dalam menghadapi setiap potensi pelanggaran wilayah udara nasional. Kesiapan tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga kedaulatan ruang udara Indonesia sekaligus memastikan setiap ancaman dapat direspons secara cepat, tepat, terukur, dan sesuai prosedur.






