TNI AU. Posko Siaga Karhutla dan Masyarakat Peduli Api digelar Lanud Raden Sadjad di Desa Sungai Ulu, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (3/11/2026), untuk memperkuat koordinasi serta kesiapan menghadapi ancaman kebakaran.
Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., meninjau posko bersama Kepala Desa Sungai Ulu Supriyanto. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan dukungan operasional bagi pencegahan karhutla di wilayah tersebut.
Posko tersebut menjadi pusat pemantauan dan pertukaran informasi mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan. Keberadaannya juga mendukung koordinasi personel serta penyampaian laporan dari masyarakat apabila ditemukan tanda-tanda munculnya api di sekitar permukiman dan kawasan hutan.
Pembentukan posko dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Panglima TNI dalam rapat bersama para Panglima Komando Utama TNI. Arahan itu menekankan pentingnya pencegahan, pemetaan wilayah rawan, pengawasan, patroli, dan respons cepat dalam menghadapi ancaman karhutla.
Lanud RSA menyiapkan satu tim berjumlah 13 personel untuk mendukung kesiapsiagaan karhutla. Tim tersebut diperkuat satu mobil pemadam kebakaran, dua tabung APAR, dua kendaraan patroli roda dua, dua drone, radio station, dan handy talky untuk mendukung pemantauan serta komunikasi di lapangan.
Lanud RSA juga memperkuat peran Masyarakat Peduli Api dan pemerintah desa dalam meningkatkan kewaspadaan. Pelaporan dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat sekitar.
Danlanud RSA mengingatkan pencegahan karhutla perlu dimulai sebelum kebakaran terjadi. “Jangan menunggu kebakaran terjadi baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari kepedulian kita masing-masing,” serunya, mengajak warga menjaga hutan Natuna demi keselamatan bersama.
-1131427-1080.webp)
-1131427-1080.webp)