TNI AU. Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., selaku Komandan Satuan Tugas Udara (Dansatgasud), mengikuti Gladi Posko dalam Latihan Kesiapsiagaan Operasional II "Reksa Siaga" Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Komando Operasi Udara I (Koopsud I) melalui video conference (vicon), bertempat di Ruang Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (8/6/2026).
Latihan yang dibuka secara daring oleh Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas), Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., ini bertujuan menguji dan meningkatkan kesiapan personel serta alutsista TNI Angkatan Udara dalam menghadapi berbagai kemungkinan pelaksanaan tugas operasi. Selain itu, latihan juga dirancang untuk memperkuat kemampuan satuan dalam merespons situasi darurat, termasuk penanggulangan bencana alam dan pelaksanaan misi bantuan kemanusiaan.
Dalam arahannya, Pangkoopsudnas menegaskan bahwa Latihan Kesiapsiagaan Operasional II "Reksa Siaga" Tahun 2026 merupakan sarana strategis untuk mengukur sekaligus meningkatkan kesiapan operasional satuan jajaran TNI Angkatan Udara dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks dan penuh tantangan. Pangkoopsudnas juga menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, serta kemampuan adaptasi seluruh personel terhadap perkembangan situasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Selain itu, sinergi dan koordinasi antarunsur menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pertahanan udara nasional maupun operasi kemanusiaan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian tugas oleh Komandan Komando Tugas Gabungan Udara Gabungan (Kogasudgab) sebagai pedoman pelaksanaan latihan. Melalui skenario yang telah ditetapkan, setiap peserta dituntut untuk menyusun perencanaan, melaksanakan koordinasi, serta mengambil keputusan secara cepat dan tepat guna menguji kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan situasi operasi.
Pada kesempatan tersebut, Danlanud Roesmin Nurjadin menyampaikan harapannya agar seluruh personel dan alutsista senantiasa berada dalam kondisi siap operasional. Menurutnya, kesiapan yang optimal merupakan kunci utama dalam mendukung pelaksanaan tugas secara profesional, responsif, dan tepat sasaran, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan tugas serta mendukung keberhasilan misi TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan udara nasional dan membantu masyarakat pada saat diperlukan.







