TNI AU. Dalam rangka memperkuat sistem pertahanan pangkalan, Lanud Sulaiman menggelar latihan pertahanan pangkalan dengan materi Operasi Lawan Insurjensi (OLI) yang berfokus pada teknik sweeping di Pos 1 dan Pos 4 Lanud Sulaiman, Kamis (30/10/2025).
Latihan ini diskenariokan adanya kelompok separatis yang akan menyusup ke dalam markas Lanud dengan tujuan menyabotase salah satu bangunan vital. Mengetahui hal tersebut, Komandan Lanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko, M.M., memerintahkan Komandan Satuan Pertahanan Pangkalan (Dansathanlan) Mayor Lek Sungadi, untuk menyiapkan pasukan keamanan di jalur masuk yang diperkirakan akan dilalui kelompok separatis, yakni di Pos 1 dan Pos 4.
Dansathanlan kemudian membentuk dua peleton pasukan yang melaksanakan operasi OLI di kedua pos tersebut dengan tugas utama menangkap, merampas, menghambat, serta memutus pergerakan musuh agar tidak berhasil menyusup ke dalam pangkalan.
Masing-masing peleton dibagi dalam beberapa kelompok yaitu kelompok komando, pengaman, sweeping, pelindung, pengatur lalu lintas, penutup jalan, dan screening. Mereka bertugas memeriksa orang, kendaraan, serta barang-barang bawaan dengan cermat dan teliti, sehingga potensi ancaman dapat digagalkan sejak dini.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Operasi Lanud Sulaiman Letkol Lek Hari Eka Nugraha, M.Han., yang turut hadir menyampaikan agar seluruh peserta memahami peran dan tanggung jawab masing-masing individu maupun kelompok. “Setiap personel harus mengerti tugasnya dengan baik dan selalu mengutamakan aspek keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun peralatan yang digunakan selama latihan,” tegasnya.
Dalam latihan ini, kelompok separatis akhirnya berhasil ditangkap oleh pasukan di Pos 4 beserta barang-barang yang akan digunakan untuk sabotase. Kegiatan latihan berjalan aman, lancar, dan sesuai rencana, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta profesionalisme personel Lanud Sulaiman dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman terhadap keamanan pangkalan.








