Pengunjung Website
Hari Ini: 12
Minggu Ini: 86
Bulan Ini: 489
Tahun Ini: 3,384
img thumbnail

Lanud Supadio dan Pusterau Perkuat Standar Keselamatan Venue Paralayang di Kalimantan Barat

TNI AU. Dalam semangat pengabdian dan komitmen menjaga keselamatan ruang udara nasional, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio menerima kunjungan kerja tim dari Pusat Teritorial Angkatan Udara (Pusterau) dalam rangka pelaksanaan survei dan sertifikasi venue paralayang di kawasan Bukit Raya Sambora, Kecamatan Toho. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (20/4) hingga Rabu (22/4), menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap potensi dirgantara di daerah berkembang dengan standar keselamatan tertinggi.
Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han didampingi Kadister Kolonel Sus M. Deni Abdullah, S.Ag menyambut langsung kedatangan tim Pusterau yang dipimpin oleh Kolonel Pom Tommy Wahyu I. Penyambutan tersebut tidak hanya mencerminkan kehormatan institusional, tetapi juga menjadi simbol kuat sinergitas antar satuan TNI Angkatan Udara dalam mengawal pembangunan potensi kedirgantaraan nasional secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dimaknai lebih dari sekadar proses verifikasi teknis. Di balik setiap tahapan yang dilaksanakan, tersirat tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa Bukit Raya Sambora layak menjadi ruang udara yang aman, tertib, dan profesional bagi para atlet serta penggiat paralayang. Keselamatan menjadi prinsip utama, sekaligus landasan moral dalam setiap pengambilan keputusan.
“Kegiatan ini memiliki nilai yang sangat fundamental. Tidak hanya memastikan terpenuhinya standar teknis, tetapi juga menjamin keselamatan jiwa setiap insan yang akan beraktivitas di ruang udara tersebut. Lanud Supadio berkomitmen penuh mendukung proses ini agar Bukit Raya Sambora dapat berkembang sebagai venue dirgantara yang aman, andal, dan berdaya saing,” tegas Kadister Lanud Supadio.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi komprehensif di Mako Lanud Supadio pada hari pertama, yang membahas secara mendalam aspek teknis, operasional, hingga mitigasi risiko. Setiap parameter dikaji dengan cermat, mulai dari kondisi meteorologi, karakteristik geografis, hingga kesiapan dukungan keselamatan.
Selanjutnya, pada hari kedua, tim gabungan melaksanakan peninjauan lapangan dan uji terbang sebagai bagian dari proses sertifikasi. Dalam setiap manuver yang dilakukan, tergambar tingkat profesionalisme tinggi serta kehati-hatian maksimal, mencerminkan komitmen TNI Angkatan Udara dalam menjunjung tinggi aspek safety di atas segalanya.
Dalam rangkaian uji coba tersebut, turut dilibatkan tujuh atlet paralayang yang terdiri dari empat atlet Lanud Harry Hadisoemantri serta dua atlet dari cabang olahraga (cabor) Paralayang Kalimantan Barat, yaitu Panjul dan Edison. Kehadiran para atlet ini menjadi elemen penting dalam menguji langsung kelayakan teknis lokasi, sekaligus memberikan gambaran nyata terhadap tingkat keamanan dan kenyamanan penerbangan di Bukit Raya Sambora.
Melalui pelaksanaan survei dan sertifikasi ini, diharapkan akan lahir rekomendasi strategis yang menjadi dasar penetapan standar venue paralayang di wilayah Kalimantan Barat. Lebih jauh, Bukit Raya Sambora diharapkan mampu tumbuh sebagai destinasi olahraga dirgantara unggulan yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memperkuat eksistensi Indonesia di kancah nasional. 
Kegiatan ini menjadi cerminan nyata bahwa di setiap jengkal ruang udara yang dijaga, terdapat dedikasi, profesionalisme, dan tanggung jawab yang tidak pernah surut. Dari tanah Khatulistiwa, TNI Angkatan Udara terus meneguhkan peran dalam menjaga langit, melindungi kehidupan, dan membuka cakrawala harapan bagi masa depan dirgantara Indonesia.