Pengunjung Website
Hari Ini: 13
Minggu Ini: 85
Bulan Ini: 591
Tahun Ini: 4,227
img thumbnail

Latihan Hanud Cakra A Tahun 2026 Resmi Dibuka, Kosek I Perkuat Komando dan Kendali Pertahanan Udara

TNI AU . Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau), Marsda TNI Djoko Hadipurwanto, S.E., M.M., selaku Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat), secara resmi membuka Latihan Cakra A Tahun Anggaran 2026 melalui video conference dari Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Jawa Barat. Pembukaan latihan tersebut turut diikuti Panglima Kosek I Medan, Marsma TNI Imam Subekti, S.T., M.IR., selaku Direktur Latihan (Dirlat) yang didampingi pejabat utama Kosek I dari Ruang Pusat Operasi Sektor (Posek) Kosek I Medan secara virtual, serta Kapoksahli Koopsau Marsma TNI Ridha Hermawan, S.H., M.Han., selaku Ketua Tim Evaluasi, yang juga mengikuti jalannya kegiatan melalui video conference, sebagai wujud pengawasan terpadu dalam pelaksanaan latihan guna meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalnya unsur pertahanan udara dalam menjaga ruang udara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selasa (23/6/2026).

Pada pembukaan Latihan Cakra A TA 2026 yang digelar Kosek I bersama satrad jajaran turut diikuti oleh berbagai unsur penting, antara lain Komandan Lanud Roesmin Nurjadin yang diwakili Kadisops, Komandan Menarhanud I Pasgat, para Komandan Satrad jajaran Kosek I, Danwing Udara 3.1 Tempur, Komandan Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Komandan Skadron Udara 2 Halim Perdana kusuma, Yon Arhanud 11 Pasgat Pekanbaru, Dirut PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Internasional Kualanamu, GM PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, GM AirNav Indonesia Perum LPPNPI Kantor Cabang Medan dan Pekanbaru, serta unsur Heli SAR Lanud Roesmin Nurjadin. Keterlibatan lintas satuan TNI AU, serta unsur sipil kebandarudaraan dan navigasi penerbangan tersebut menjadi wujud nyata sinergi nasional dalam memperkuat kesiapsiagaan pertahanan udara.

Dalam sambutannya Pangkoopsau  Marsda TNI  Djoko Hadipurwanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa Latihan Cakra A merupakan sarana strategis untuk memelihara, meningkatkan, dan menguji kemampuan serta kesiapsiagaan unsur pertahanan udara TNI Angkatan Udara di jajaran Kosek I. Melalui latihan bertema “Kosek I beserta jajarannya melaksanakan kegiatan pertahanan udara secara terpadu di wilayah tanggung jawab Kosek I dalam rangka menjaga kedaulatan wilayah udara nasional”, seluruh unsur diharapkan mampu meningkatkan penguasaan sistem komando dan kendali, efektivitas pengoperasian alutsista, serta kemantapan taktik, teknik, dan prosedur menghadapi berbagai ancaman udara.

Pangkoopsau juga menyoroti dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks, perkembangan teknologi militer, serta pentingnya kesiapan pertahanan udara nasional di tengah modernisasi alutsista TNI AU. Oleh karena itu, latihan ini menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme, interoperabilitas, dan kesiapan personel dalam mengoperasikan sistem pertahanan udara modern secara terintegrasi. Beliau menyambut baik keterlibatan berbagai unsur dalam latihan ini, antara lain unsur Tempur Sergap f-16, Satuan Radar Jajaran Kosek I, Lanud Roesmin Nurjadin, Unsur Helly SAR, Serta Yonarhanud 11 Pasgat.

Lebih lanjut Pangkoopsau juga menekankan pentingnya disiplin, koordinasi, komunikasi, dan keselamatan terbang serta kerja guna mendukung keberhasilan latihan dan menjaga kedaulatan wilayah udara nasional. Laksanakan setiap tahapan latihan sesuai prosedur dan utamakan faktor keselamatan terbang dan kerja (flight safety and zero accident).

Melalui Latihan Cakra A TA 2026, Kosek I menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, serta kemampuan unsur pertahanan udara dalam menghadapi dinamika ancaman udara yang semakin kompleks. Latihan ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat koordinasi, interoperabilitas, dan efektivitas sistem pertahanan udara yang terintegrasi, sehingga seluruh unsur mampu melaksanakan tugas pengawasan dan pengamanan wilayah udara nasional secara adaptif, responsif, dan berkesinambungan dalam rangka menjaga serta mengamankan ruang udara Nasional secara optimal dan berkelanjutan.