Pengunjung Website
Hari Ini: 6
Minggu Ini: 6
Bulan Ini: 175
Tahun Ini: 3,811
img thumbnail

Latihan Pertahanan Vertikal dan Rekonstruksi Pangkalan Udara, Menguji Kesiapan Lanud Iswahjudi Dalam Dukungan Operasi Udara

TNI AU. Pada hari kedua Latihan Kesiapsiagaan II Kodau II “Sikatan Daya” Tahun 2026, dilaksanakan latihan pertahanan vertikal dan rekonstruksi pangkalan udara guna menguji kesiapan Lanud Iswahjudi dalam melaksanakan dukungan operasi udara di tengah ancaman maupun kerusakan fasilitas pangkalan udara.

 

Latihan ini bertujuan menguji kemampuan personel dan satuan Lanud Iswahjudi dalam melaksanakan pertahanan pangkalan udara, penanganan dampak serangan udara musuh, serta pemulihan fasilitas pangkalan guna mendukung keberlangsungan operasi penerbangan secara cepat dan efektif. Dalam pelaksanaan pertahanan vertikal pangkalan udara, Yon Arhanud 22 Pasgat berperan sebagai unsur pertahanan udara Lanud Iswahjudi dengan mengoperasikan senjata Anti Aircraft Artillery (AAA) Oerlikon untuk menghadapi ancaman serangan udara musuh.

 

Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Pangkodau II Marsda TNI M. Untung Suropati, S.E., didampingi Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, M.Sc., M.Han., Dangrup 3 Tempur Marsma TNI David Yohan Tamboto, S.Sos., serta para pejabat terkait di Apron Selatan Lanud Iswahjudi, Madiun. Rabu (3/6/2026).

 

Latihan diawali dengan skenario adanya ancaman serangan udara terhadap Lanud Iswahjudi. Informasi mengenai ancaman tersebut diterima oleh Ruang Operasi (Ruops) Lanud Iswahjudi untuk selanjutnya dilaporkan kepada Danlanud Iswahjudi.

 

Setelah menerima laporan, Danlanud Iswahjudi memerintahkan aktivasi pertahanan pangkalan dan kesiapsiagaan seluruh unsur pendukung dalam menghadapi kemungkinan serangan udara musuh. Menindaklanjuti perintah tersebut, Tower ATC Lanud Iswahjudi membunyikan sirine bahaya udara sebagai tanda peringatan kepada seluruh personel pangkalan bahwa situasi bahaya udara sedang berlangsung.

 

Secara bersamaan, Ruops Lanud Iswahjudi membroadcast instruksi kepada seluruh personel mengenai tindakan yang harus dilaksanakan dalam menghadapi situasi bahaya udara sesuai prosedur pertahanan pangkalan udara.

 

Mendengar bunyi sirine dan instruksi dari Ruops, seluruh personel melaksanakan prosedur perlindungan personel dan fasilitas pangkalan sesuai mekanisme pertahanan pangkalan udara yang berlaku. Saat serangan udara berlangsung, Yon Arhanud 22 Pasgat melaksanakan tembakan pertahanan udara menggunakan AAA Oerlikon untuk menghalau ancaman udara musuh sebagai bagian dari pelaksanaan pertahanan vertikal Lanud Iswahjudi.

 

Setelah bahaya udara dinyatakan berakhir, Danlanud Iswahjudi menyatakan kondisi aman dan memerintahkan pelaksanaan konsolidasi guna mengetahui kondisi pasca serangan udara. Hasil konsolidasi menunjukkan adanya kerusakan pada runway berupa crater akibat pengeboman dari pesawat musuh.

 

Hasil tersebut kemudian dilaporkan kepada Danlanud Iswahjudi melalui Ruops. Setelah menerima laporan, Danlanud Iswahjudi memerintahkan Kasifasint untuk segera melaksanakan perbaikan temporary runway agar operasional penerbangan di Lanud Iswahjudi dapat kembali dilaksanakan secepat mungkin.

 

Sebelum proses perbaikan dilaksanakan, Tim EOD dari Depohar 60 terlebih dahulu melaksanakan pengecekan area terdampak guna memastikan tidak terdapat sisa bahan peledak yang dapat membahayakan personel maupun mengganggu proses rekonstruksi runway.

 

Setelah area dinyatakan aman, personel Fasint Lanud Iswahjudi melaksanakan asesmen kerusakan runway untuk menentukan metode perbaikan yang akan digunakan. Selanjutnya personel Fasint melaksanakan penimbunan crater, perataan permukaan runway, serta pemasangan aluminium mat pada area yang mengalami kerusakan guna mendukung pemulihan operasional penerbangan secara cepat dan efektif.

 

Melalui latihan ini diharapkan kesiapan personel dan satuan Lanud Iswahjudi dalam melaksanakan dukungan operasi udara tetap terpelihara sehingga mampu mendukung keberlangsungan operasi penerbangan dalam berbagai kondisi ancaman.