Pengunjung Website
Hari Ini: 2
Minggu Ini: 75
Bulan Ini: 99
Tahun Ini: 847
img thumbnail

Latihan Survival Dasar Wing Udara 1.1 Resmi Ditutup, Bekali Awak Pesawat Hadapi Kondisi Darurat

TNI AU. Jakarta. Latihan Survival Dasar Wing Udara 1.1 resmi ditutup setelah dilaksanakan selama sepekan di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma. Penutupan ditandai dengan Apel Penutupan yang dipimpin Wakil Komandan Grup 1 Angkut Kolonel Pnb Wisnu Aji Prabowo, S.Sos., M.A.P., selaku Wakil Pemimpin Umum Latihan, di Apron Selatan Mako Grup 1 Angkut, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Wadangrup 1 Angkut menyampaikan bahwa Latihan Survival Dasar merupakan bagian penting dalam pembinaan kesiapan operasional awak pesawat. Seluruh materi dan geladi medan yang dilatihkan dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah terbatas dengan berbagai keterbatasan di lapangan.
Lebih lanjut, Dangrup 1 Angkut menegaskan bahwa latihan ini tidak sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana pembentukan ketangguhan fisik dan mental, peningkatan disiplin, serta penguatan kemampuan kerja sama tim sebagai bekal pelaksanaan tugas operasi.
Dangrup berharap seluruh pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama latihan dapat dijadikan bekal nyata dalam pelaksanaan tugas ke depan. Sementara itu, hasil evaluasi latihan diharapkan menjadi dasar peningkatan profesionalisme dan kesiapan personel maupun satuan secara berkelanjutan.
Latihan Survival Dasar Wing Udara 1.1 diikuti oleh 30 personel dari Skadron Udara 2, Skadron Udara 17, dan Skadron Udara 31, serta 6 pramugari. Latihan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni bina kelas selama dua hari dan dilanjutkan dengan tiga hari gladi medan, dengan berbagai materi sebagai bekal bertahan hidup dalam menghadapi kondisi darurat.