TNI AU. Upaya melindungi masyarakat dari ancaman banjir terus dilakukan secara terpadu. Untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah DKI Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, bersama Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi sebagai langkah mitigasi dini menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Operasi ini dilaksanakan dari Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (21/1/2026), dengan menggunakan pesawat TNI AU Casa 212 bernomor registrasi A-2105 dari Skadron Udara 4 dan pesawat Grand Caravan PK-JVH. Kedua pesawat ini membawa bahan semai awan yang digunakan untuk mengatur distribusi curah hujan agar tidak terpusat di wilayah rawan banjir, khususnya kawasan padat penduduk.
Kegiatan OMC menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga keselamatan warga. Dengan dukungan analisis meteorologi yang akurat serta pelaksanaan operasi udara yang terkoordinasi, diharapkan intensitas hujan di wilayah Jakarta dapat dikelola secara lebih terkendali sehingga potensi genangan dan banjir dapat diminimalkan. Operasi ini direncanakan berlangsung hingga 22 Januari, menyesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca di lapangan.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi, M.Han., menegaskan kesiapan jajarannya mendukung setiap misi kemanusiaan. “Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk melindungi masyarakat. Dengan koordinasi yang baik antara instansi terkait, kami berharap upaya ini dapat membantu mengurangi dampak hujan deras dan mencegah banjir di Jakarta,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas instansi ini, diharapkan masyarakat Jakarta dapat beraktivitas dengan lebih aman dan tenang di tengah tantangan cuaca yang terus berkembang.






