TNI AU. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam membentuk mental prajurit yang tangguh, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han., dalam sambutannya pada peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H/2026 M di Masjid Al Furqon Lanud Adi Soemarmo, Selasa (10/3/2026).
Dalam sambutannya, Komandan Lanud Adi Soemarmo menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan seluruh prajurit TNI Angkatan Udara. Menurutnya, Al-Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup dan petunjuk yang menerangi jalan manusia menuju keselamatan serta keberkahan.
“Bagi kita sebagai prajurit, nilai-nilai Al-Qur’an menjadi fondasi dalam membentuk mental yang tangguh, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab,” ujar Danlanud.
Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini mengusung tema “Dengan Nuzulul Qur’an Membentuk Mental Prajurit yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab prajurit TNI Angkatan Udara yang dituntut memiliki profesionalisme tinggi, loyalitas tanpa batas, serta integritas yang kuat.
Danlanud menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut akan semakin kokoh apabila dilandasi dengan tauhid, yakni keyakinan bahwa setiap tugas merupakan amanah dan setiap pengabdian adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ir. H. Muh Seno HS, M.Ag., M.H., menyampaikan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan suci Ramadan sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca untuk memperoleh pahala, tetapi juga harus dipahami, direnungkan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Al-Qur’an juga diturunkan sebagai bukti nyata atas kebesaran Allah SWT, sekaligus sebagai pembeda antara yang benar dan yang salah, serta antara yang baik dan yang buruk.
“Sebagai umat Islam, ukuran benar dan salah, baik dan buruk harus berlandaskan pada Al-Qur’an,” jelasnya.
Ia berharap seluruh umat Islam dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk, bukti kebenaran, sekaligus pembeda dalam menjalani kehidupan.







