Pengunjung Website
Hari Ini: 9
Minggu Ini: 129
Bulan Ini: 566
Tahun Ini: 7,132
img thumbnail

Pangkodau III Hadiri Pembukaan Festival Budaya Biak-Melanesia 2026

TNI AU. Festival Budaya Biak-Melanesia Tahun 2026 resmi digelar pada 17–21 Oktober 2026 dengan menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, dan hiburan masyarakat. Festival ini menjadi momentum untuk melestarikan adat dan budaya masyarakat Biak-Melanesia sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (17/10/2026).

Mengusung tema “Elok Alamku, Pesona Budayaku” dan subtema “Memperkuat Diplomasi, Memantapkan Kerja Sama, Menggerakkan Ekonomi”, festival ini diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya lokal serta memperluas kerja sama dan potensi ekonomi masyarakat.

Dalam sambutan Gubernur Papua yang dibacakan Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., disampaikan bahwa Festival Budaya Biak-Melanesia diharapkan menjadi jembatan informasi budaya, wadah kerja sama, dan gerbang ekonomi kawasan. Selain itu, festival ini diharapkan mampu mempererat hubungan persaudaraan di kawasan Pasifik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Parade Wor dan Suling Tambur dari Lapangan Mandala menuju Lapangan Cenderawasih. Acara kemudian dilanjutkan dengan Munara Mansorandak, perayaan Hari Kebudayaan Nasional, serta pembukaan Festival Budaya Biak-Melanesia Tahun 2026.

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah kegiatan Biak Numfor Bernyanyi, yang melibatkan siswa-siswi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dengan total 2.026 ukulele. Dalam kegiatan tersebut, para siswa menyanyikan lagu daerah dengan iringan ukulele hingga mengantarkan Kabupaten Biak Numfor meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Nomor 12974/R.MURI/X/2026 untuk kategori menyanyikan lagu daerah dengan iringan ukulele oleh siswa-siswi dalam jumlah terbanyak.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan tifa dan petikan dawai ukulele oleh siswa-siswi SD dan SMP Kabupaten Biak Numfor. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan penyerahan piagam rekor MURI kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

Kemeriahan festival berlanjut melalui pertunjukan Apen Bayeren dan berbagai hiburan rakyat yang disambut antusias oleh masyarakat.

Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara III (Pangkodau III) turut hadir dalam kegiatan tersebut, didampingi Komandan Lanud Manuhua, Marsma TNI Rohmat Kusmayadi, D.Sos., M.Soc.Sc., beserta istri. Hadir pula Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M., Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy C. R. Kapisa, S.H., unsur TNI-Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh masyarakat, delegasi Kerajaan Belanda, serta tamu undangan lainnya.

Festival Budaya Biak-Melanesia Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan warisan budaya, memperkenalkan kekayaan budaya Biak kepada masyarakat nasional dan internasional, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan perekonomian masyarakat. Seluruh rangkaian pembukaan festival berlangsung aman dan lancar.