Pengunjung Website
Hari Ini: 7
Minggu Ini: 79
Bulan Ini: 199
Tahun Ini: 2,374
img thumbnail

Panglima TNI: "TNI harus mampu menjadi Patriot"

Compress 20230117 102633 3800TNI AU. TNI sebagai alat utama pertahanan Negara harus terus hadir untuk berperan aktif sesuai dengan fungsi dan tugas pokok TNI yang telah diamanatkan Undang-undang. TNI sebagai garda terdepan dan benteng terakhir NKRI, TNI harus mampu membantu mengatasi kesulitan dan permasalahan yang dihadapi bangsa. Sesuai visi saya sebagai Panglima TNI, TNI harus mampu menjadi Patriot, yakni prajurit TNI profesional, modern, dan tangguh. TNI kuat, rakyat bermartabat.

Compress 20230117 102633 3587

Demikian sambutan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., pada upacara bendera 17 Januari 2023, yang dibacakan Direktur Latihan (Dirlat) Kodiklatau Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., selaku Inspektur Upacara yang dilaksanakan di lapangan Adisutjipto Kodiklatau. Selasa, (17/1/2023).

Lebih lanjut disampaikan beberapa penekanan diantaranya dalam pengabdian kepada NKRI harus tulus ikhlas yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan kualitas sumber daya prajurit agar menjadi prajurit yang profesional, tangguh, bermoral, berdedikasi dan mempunyai loyalitas tinggi dan bermental Sapta Marga, pertajam naluri tempur dan kemampuan dalam pelaksanaan tugas operasi gabungan.

Compress 20230117 102633 3480

Ditambahkan agar memperkokoh soliditas antar satuan TNI dan perkuat sinergitas TNI-Polri serta elemen pemerintah dan lembaga lainnya, dapat menjadi pengayom dan membantu kesulitan rakyat guna memberikan rasa aman dari segala bentuk ancaman, mewujudkan reformasi birokrasi di lingkungan dan kultur organisasi TNI, TNI harus tegas namun tetap humanis dan disegani.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Panglima TNI mengingatkan petuah Jenderal Besar Soedirman yaitu, “Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu,” pesan Panglima TNI.

Upacara yang diikuti seluruh personel Kodiklatau baik militer dan PNS ini dilaksanakan dengan hikmat dan tetap mematuhi protokol kesehatan, diawali dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara dan ditirukan seluruh peserta upacara, pembacaan Pembukaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga, pembacaan Panca Prasetya Kopri dan setelah upacara dibacakan Renungan Bintal.