TNI AU. Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-64 melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Rencana Tindakan Kontinjensi (Rentinkon) di Markas Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) dan Komando Daerah Udara I (Kodau I). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Leo Wattimena dan dihadiri langsung oleh Panglima Koopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.IP., Komandan Seskoau Marsda TNI Dr. Jorry S. Koloay, , S.I.P., M.Han., serta Panglima Kodau I Marsda TNI Muzafar, S.Sos., M.M. (4/5/2026).
Kegiatan kuliah kerja ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan Seskoau yang bertujuan untuk membekali para pasis dengan kemampuan perencanaan dan pengendalian operasi, khususnya dalam menghadapi situasi kontinjensi yang melibatkan berbagai instansi lintas sektoral.
Dalam sambutannya, Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.IP ., menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi ancaman dan bencana, baik militer maupun nonmiliter. Ia juga berharap para pasis mampu mengembangkan pola pikir strategis dan responsif terhadap dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Sementara itu, Danseskoau Marsda TNI Dr. Jorry S. Koloay, , S.I.P., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana aplikatif bagi para pasis untuk mengintegrasikan teori yang telah dipelajari di kelas dengan praktik di lapangan. Dengan demikian, diharapkan para lulusan Seskoau memiliki kompetensi komprehensif dalam merumuskan rencana tindakan kontinjensi yang efektif.
Kuliah kerja Rentinkon ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Mayjen TNI Sudaryanto selaku Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT; Mohamad Arifin dari Basarnas; Kolonel Inf Hery Setiono selaku Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB; Handoko Murhestriarso selaku Kabid Kewaspadaan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta; perwakilan dari BMKG dan PVMBG; serta Kompol Andaru dari Subdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya.
Para narasumber memberikan pembekalan terkait penanganan krisis, mitigasi bencana, hingga strategi komunikasi publik dalam situasi darurat. Materi yang disampaikan diharapkan mampu memperkaya wawasan para pasis dalam menyusun rencana kontinjensi yang terintegrasi dan adaptif.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif antara pasis dan para narasumber. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para Pasis Seskoau Angkatan ke-64 semakin siap menghadapi tantangan tugas di masa mendatang, khususnya dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi gabungan serta penanganan situasi kontinjensi secara terpadu.


