TNI AU. Menurut informasi Intelijen, akan terjadi demonstrasi di kawasan obyek vital nasional, PT. Dahana, Subang., mendapatkan informasi tersebut, Komandan Lanud Sdm Marsma TNI M.R.Y. Fahlefie, S.Sos., psc., kemudian memerintahkan Kepala Dinas Operasi Angkatan Udara (Kadisops) Lanud R. Suryadi Suryadarma (Lanud Sdm) Kolonel Pnb Taufik Agus Hidayat., menggelar pasukan Huru Hara (PHH), guna melaksanakan pengamanan, di area PT. Dahana, Subang, Selasa (4/2/2026).
Sebelumnya, pengamanan internal dari PT. Dahana membuat parimeter, guna menahan para demonstran, yang merangsek masuk ke dalam area PT. Dahana. Sesaat setelah tiba di area PT. Dahana, pasukan PHH Lanud R. Suryadi Suryadarma, melaksanakan gelar pasukan PHH, tidak berselang lama, para demonstran tiba di area pintu masuk PT. Dahana, lalu kemudian para demonstran menyampaikan tuntutannya.
Melihat situasi demontrasi yang kurang kondusif dan mulai bertindak anarkis. Tim Intelijen Lanud R. Suryadi Suryadarma, menurunkan tim negosiator, guna melaksanakan kegiatan negosiasi dengan koordinator pendemo, agar demontrasi berjalan tertib dan tidak bertindak anarkis.
Ketika tim Intelijen sedang melaksanakan kegiatan negosiasi, ada salah satu pendemo yang terindikasi membawa tas berisi bahan peledak. Selanjutnya pendemo tersebut diamankan oleh tim brigan K-9 Satpomau Lanud Suryadarma.
Proses negosiasi yang dilaksanakan oleh tim Intelijen, tidak berhasil, massa dari pendemo, semakin bertindak anarkis, untuk itu pasukan PHH melalukan tindakan terukur, guna memukul mundur dan membubarkan para demonstran.
Kejadian ini bukan merupakan peristiwa sebenarnya, namun merupakan skenario dari manuver lapangan latihan pasukan Huru Hara. Selain itu, dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan latihan pengamanan obyek vital nasional.