TNI AU. Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menghadiri kegiatan Konferensi Pers dan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika hasil pengungkapan tindak pidana narkotika Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan yang berlangsung di Lobby Mapolda Kalimantan Selatan. Selasa, (04/08/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto tersebut dipimpin Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., serta dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, instansi vertikal, akademisi, dan media massa serta berbagai instansi terkait.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil mengungkap sebanyak 26 kasus tindak pidana narkotika sepanjang periode 17 Mei hingga 21 Juli 2026, dengan mengamankan 39 tersangka yang terdiri dari 35 laki-laki dan 4 perempuan. Dari pengungkapan tersebut, aparat berhasil menyita barang bukti berupa 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi yang diperkirakan memiliki nilai ekonomis mencapai Rp. 311 miliar.
Lebih lanjut, Kapolda Kalsel menegaskan bahwa Polda Kalsel akan terus memperkuat upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui penegakan hukum yang tegas serta mempererat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Beliau juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana narkotika di lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyi, S.E., mengapresiasi atas keberhasilan dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi ini. Menurutnya, pengungkapan tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 863 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika sekaligus menghemat potensi biaya rehabilitasi hingga sekitar Rp. 4,3 triliun.
Kehadiran Danlanud Sam pada kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan penuh TNI Angkatan Udara terhadap upaya pemberantasan narkoba yang menjadi ancaman serius bagi generasi bangsa dan stabilitas nasional. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memerangi peredaran narkoba demi melindungi generasi muda dan mewujudkan Kalimantan Selatan yang aman, sehat, dan bebas narkoba.




