Lebih lanjut, dalam amanatnya Menpora RI mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 98 tahun yang lalu atau tepatnya pada 28 Oktober 1928 harus terus hidup dalam karakter generasi penerus bangsa, bukan sekadar dikenang sebagai bagian dari sejarah Indonesia.
Terdapat tiga karakter penting yang perlu dimiliki generasi masa depan, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Menurutnya, patriotisme harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata, kemudian kegigihan ditunjukkan dengan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, sedangkan empati berarti memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Ketiga nilai ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kekayaan, tetapi juga oleh kualitas karakter dan kepedulian manusianya,” jelasnya.
Nilai-nilai tersebut juga relevan dengan kehidupan prajurit dalam menjalankan tugas sehari-hari dimana pengabdian membutuhkan tanggung jawab dan kecintaan terhadap tanah air, sementara tantangan tugas menuntut ketangguhan serta kemauan untuk terus memberikan yang terbaik. Di sisi lain, kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan, baik di lingkungan satuan maupun dalam hubungan dengan masyarakat.
Amanat Menpora RI mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan berkontribusi bagi Indonesia tanpa kehilangan kepedulian terhadap orang lain. Sebab, membangun masa depan bangsa bukan hanya tentang meraih kemajuan, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah perjuangan tetap berlandaskan nilai kemanusiaan.