Dalam upaya memperkuat kesiapan operasional di wilayah perbatasan, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio menerima kunjungan kerja Tim Supervisi dari Staf Logistik Komando Operasi Udara Nasional (Slog Koopsudnas) yang di pimpin oleh Marsma TNI Eko Budiono, S.Sos., Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada Validasi Organisasi Tugas (Valorgas) serta pemantauan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) untuk Tahun Anggaran 2026.
Komandan Lanud Supadio, Marsma TNI Marsma TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., menegaskan bahwa supervisi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh komponen logistik dan organisasi berjalan beriringan dengan tuntutan tugas yang semakin kompleks.
"Kita berada di wilayah yang bersinggungan langsung dengan perbatasan negara. Oleh karena itu, kesiapan alutsista dan validasi organisasi bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan fondasi utama dalam menjaga kedaulatan udara di Kalimantan Barat," ujar Danlanud saat membuka paparan komando di Ruang Rapat Mako Lanud Supadio.
Usai paparan, tim bergerak menuju Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 51. Di sana, mereka melakukan pengecekan mendalam terhadap kesiapan teknis pesawat serta manajemen logistik pemeliharaan.
Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa siklus perawatan suku cadang tetap terjaga, sehingga serviceability pesawat selalu berada pada level tertinggi untuk misi patroli perbatasan.
Selain alutsista, aspek kesejahteraan prajurit menjadi poin krusial dalam supervisi tahun ini. Tim Slog Koopsudnas meninjau langsung RSAU Dr. Muhammad Soetomo untuk mengecek standarisasi peralatan medis terbaru. Tidak hanya itu, Instalasi Penjernihan Air (Water Treatment Plant) juga tak luput dari pemeriksaan guna memastikan kebutuhan dasar air bersih bagi personel dan keluarga di perumahan dinas terpenuhi dengan standar kualitas yang layak.
Ketua Tim Supervisi Slog Koopsudnas memberikan apresiasi atas dedikasi personel Lanud Supadio dalam merawat aset-aset negara. "Pemeliharaan yang baik di tingkat pangkalan akan sangat meringankan beban logistik di tingkat pusat. Apa yang kami temukan di sini akan menjadi rujukan penting bagi pimpinan dalam menentukan kebijakan pengembangan organisasi ke depan," ungkapnya.
Dengan berakhirnya supervisi ini, Lanud Supadio diharapkan semakin siap menyongsong rencana strategis tahun 2026, baik dari segi kekuatan armada udara maupun keandalan infrastruktur pendukungnya.
