Pengunjung Website
Hari Ini: 10
Minggu Ini: 82
Bulan Ini: 277
Tahun Ini: 1,025
img thumbnail

Perkuat Soliditas Satuan, Dirmat Koharmatau Bekali Personel dengan Teori Johari Window

TNI AU – Dalam upaya membangkitkan semangat, menyamakan persepsi, serta mencegah terjadinya kesalahpahaman di lingkungan kerja, Direktur Materiel (Dirmat) Koharmatau Kolonel Kal Indratmoko Surjo W. memberikan santi aji kepada seluruh personel Koharmatau di Bandung, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi komunikasi internal sebagai bagian dari pembinaan personel yang berkelanjutan.

Dalam penyampaiannya, Dirmat menegaskan bahwa soliditas satuan tidak hanya ditentukan oleh profesionalisme dan kompetensi teknis semata, tetapi juga oleh kualitas komunikasi antarindividu. Menurutnya, kesalahpahaman kecil yang tidak segera diluruskan berpotensi berkembang menjadi persoalan yang lebih besar dan dapat berdampak pada disiplin maupun kinerja satuan. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka dan sehat menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan lingkungan kerja.

Sebagai landasan pemahaman, Kolonel Kal Indratmoko Surjo W. mengangkat Teori Johari Window yang dikembangkan oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham pada tahun 1955. Teori ini menjelaskan pentingnya kesadaran diri (self-awareness) dan keterbukaan dalam membangun hubungan interpersonal yang efektif melalui empat kuadran utama, yakni Open, Blind Spot, Hidden, dan Unknown. Konsep ini dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan organisasi militer yang menuntut kekompakan dan saling percaya.

Area Terbuka (Open) merupakan informasi tentang diri yang diketahui oleh diri sendiri maupun orang lain. Semakin luas area ini, semakin efektif pula kolaborasi dalam organisasi. Sebaliknya, Area Buta (Blind Spot) kerap menjadi sumber persoalan karena individu tidak menyadari sikap atau perilaku tertentu yang justru terlihat jelas oleh orang lain. Ketidaksadaran inilah yang sering memicu terjadinya miskomunikasi di lingkungan kerja.

Selain itu, Area Tersembunyi (Hidden) mencakup hal-hal yang sengaja tidak dibagikan kepada orang lain, sementara Area Tidak Diketahui (Unknown) menggambarkan potensi atau karakter yang belum tergali. Melalui keterbukaan diri (self-disclosure) dan pemberian umpan balik (feedback) yang konstruktif, area terbuka dapat diperluas sehingga mengurangi potensi kesalahpahaman serta meningkatkan rasa saling percaya antar personel.

Melalui santi aji ini, Dirmat Koharmatau berharap seluruh personel mampu membangun budaya komunikasi yang lebih jujur, transparan, dan saling menghargai. Dengan semakin luasnya ruang keterbukaan dalam diri setiap prajurit, soliditas satuan akan semakin kokoh. Komunikasi yang selaras dan penuh kepercayaan diyakini menjadi fondasi kuat bagi Koharmatau untuk terus tampil profesional, disiplin, dan siap menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks ke depan.