Pengunjung Website
Hari Ini: 9
Minggu Ini: 56
Bulan Ini: 606
Tahun Ini: 5,715
img thumbnail

Prajurit Depohar 60 Uji Ketangguhan di Medan Nyata, Hadapi Simulasi Ancaman Bom di Guam

TNI AU. Enam prajurit Depo Pemeliharaan 60 (Depohar 60) TNI Angkatan Udara menunjukkan ketangguhan dan profesionalismenya dalam menghadapi simulasi ancaman berisiko tinggi melalui fase Field Training Exercise (FTX) di Andersen Air Force Base, Guam, Jumat (21/8/2026).

 

Latihan ini menjadi tahapan penting setelah sebelumnya para prajurit dibekali pengetahuan dan teknologi mutakhir. Di medan latihan, kemampuan tersebut diuji melalui skenario yang menuntut ketenangan, ketelitian, kecepatan mengambil keputusan, serta presisi dalam setiap tindakan. Bersama personel Hawaii Air National Guard, prajurit Depohar 60 dihadapkan pada berbagai situasi yang merepresentasikan ancaman nyata di lapangan.

 

Dalam FTX tersebut, personel Depohar 60 diuji dalam tiga spektrum penanganan ancaman utama. Pertama, Unexploded Ordnance (UXO) atau sisa amunisi yang tidak meledak. Prajurit dituntut mampu mengenali karakteristik ancaman, melakukan analisis situasi, serta melaksanakan prosedur pengamanan dan penanganan secara tepat untuk mencegah terjadinya ledakan yang tidak terkendali.

 

Kedua, Improvised Explosive Device (IED) atau alat peledak rakitan. Skenario ini menguji kemampuan prajurit dalam menghadapi ancaman yang bersifat tidak terduga, dengan mengedepankan prosedur keselamatan, ketelitian dalam identifikasi, serta koordinasi tim. Setiap tahapan dilaksanakan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan guna meminimalkan risiko terhadap personel maupun lingkungan sekitar.

 

Ketiga, penanganan downed Unmanned Aerial System (UAS) atau drone. Materi ini menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan ancaman udara modern. Personel dilatih untuk mengamankan wahana nirawak yang jatuh atau berhasil dilumpuhkan, sekaligus memastikan kondisi dan potensi ancaman yang masih melekat sebelum dilakukan proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut.

 

Keterlibatan prajurit Depohar 60 dalam FTX di Guam tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat kesiapan menghadapi karakter ancaman yang semakin kompleks. Interaksi dan latihan bersama Hawaii Air National Guard turut memberikan pengalaman berharga dalam membangun kemampuan adaptasi, interoperabilitas, disiplin prosedur, dan kerja sama tim dalam lingkungan operasi yang dinamis.

 

Melalui latihan tersebut, Depohar 60 kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk prajurit teknisi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga tangguh ketika dihadapkan pada situasi berisiko tinggi. Karena menghadapi ancaman masa depan bukan hanya tentang seberapa canggih teknologi yang dimiliki, tetapi seberapa siap prajurit menguasainya saat berada di garis depan.