TNI AU. Suasana penuh harap dan semangat terlihat di Gedung Olahraga Merpati Lanud Halim Perdanakusuma, saat Lanud Halim Perdanakusuma menggelar Sidang Penentuan Akhir Penerimaan Bintara TNI Angkatan Udara Tahun Anggaran 2026, Rabu (11/2/2026).
Sidang ini menjadi tahapan penting dalam proses seleksi bagi para calon prajurit Bintara TNI AU yang telah mengikuti serangkaian seleksi secara ketat dan berjenjang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi, M.Han., selaku Ketua Panitia Daerah (Panda) penerimaan, serta dihadiri para pejabat Lanud Halim Perdanakusuma dan panitia seleksi.
Dalam sidang tersebut, panitia melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh hasil seleksi yang telah dijalani para peserta, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, mental ideologi, psikologi, hingga pantukhir daerah. Seluruh proses dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel sebagai bentuk komitmen TNI AU dalam menjaring generasi penerus yang berkualitas.
Dalam arahannya, Danlanud Halim Perdanakusuma menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap tahapan seleksi. Menurutnya, proses penerimaan prajurit TNI AU bukan hanya mencari calon yang unggul secara fisik, tetapi juga memiliki mental dan moral yang kuat serta jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Melalui proses seleksi yang ketat dan objektif ini, diharapkan TNI Angkatan Udara memperoleh calon Bintara terbaik yang memiliki kualitas fisik, mental, dan moral yang unggul,” ujarnya.
Pelaksanaan sidang penentuan akhir ini juga menjadi wujud keseriusan TNI AU dalam menciptakan proses rekrutmen yang bersih dan terpercaya. Hasil seleksi tingkat daerah selanjutnya akan diajukan ke tingkat pusat sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh Panitia Penerimaan Bintara TNI Angkatan Udara.
Diharapkan para calon yang terpilih nantinya dapat menjadi prajurit TNI AU yang tangguh, profesional, serta mampu menjawab tantangan tugas ke depan dalam menjaga kedaulatan udara nasional.







