TNI AU. Menghadapi dinamika peperangan modern yang semakin kompleks dan multidomain, Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau) menggelar Simposium Operasi Udara bagi Perwira Siswa (Pasis) Seskoau Angkatan ke-65 TP 2026 di Lembang, Rabu (21/10/2026).Dalam sambutannya sekaligus sebagai keynote speaker, Komandan Seskoau menegaskan bahwa perubahan lingkungan strategis global telah membentuk karakter peperangan modern yang semakin dinamis, kompleks, dan sulit diprediksi. Integrasi domain darat, laut, udara, siber, antariksa, serta spektrum elektromagnetik menuntut TNI Angkatan Udara untuk terus mengembangkan konsep operasi yang adaptif, fleksibel, dan resilien guna menghadapi spektrum ancaman yang terus berkembang.“Keunggulan kekuatan udara tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan alat utama sistem senjata (alutsista), tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan daya tempur, memperkuat sistem komando dan pengendalian, serta menjamin kesinambungan operasi di tengah tekanan multidomain,” tegas Komandan Seskoau.Lebih lanjut, Komandan Seskoau mendorong para Pasis untuk menjadikan simposium ini sebagai ruang intelektual dalam menguji gagasan secara kritis, memperkaya perspektif strategis, serta mengintegrasikan aspek geopolitik, operasional militer, teknologi informasi, dan industri pertahanan. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan lahir pemikiran yang komprehensif dan aplikatif dalam menghadapi perubahan karakter peperangan serta menjaga keunggulan operasi udara.Simposium ini menghadirkan empat narasumber berkompeten dari berbagai bidang strategis, yakni Marsma TNI Dr. Taufik Nur Cahyanto, M.Han., M.M., Tenaga Ahli Madya Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional; Marsma TNI Ridha Hermawan, S.H., M.Han., Kapoksahli Koopsau; Kolonel Lek Ahmad Irfan Z., S.T., M.Cyb Security., M.S.S.Psc (J), Kasubdisinfonet Dispenau/Ka Satgas NCW TNI AU; serta Ir. H. Yudhianto Sastrowilogo, MEC., MRE (CPA), CEO PT Tridaya Mitra Pernika Nusantara.Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif lintas bidang yang mencakup dinamika geopolitik, strategi dan operasi militer, penguasaan teknologi informasi serta peperangan berbasis jaringan, hingga dukungan industri pertahanan. Perpaduan perspektif ini diharapkan memperkaya analisis para Pasis dalam membangun konsep operasi udara yang mampu menjawab tantangan peperangan multidomain secara terintegrasi.Pada rangkaian kegiatan tersebut, Komandan Seskoau bersama Pasis Seskoau turut menyerahkan plakat dan cendera mata kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas kontribusi pemikiran serta ilmu pengetahuan yang diberikan dalam mendukung pengembangan wawasan strategis para Pasis.Melalui penyelenggaraan simposium ini, Seskoau terus memperkuat perannya sebagai Center of Excellence dalam pengembangan pemikiran strategis, doktrin, dan konsep operasional TNI AU. Forum ini diharapkan menghasilkan gagasan serta rekomendasi aplikatif bagi pembangunan kekuatan udara yang adaptif, tangguh, dan berdaya tangkal tinggi, sekaligus memperkuat kesiapan TNI AU dalam menghadapi tantangan peperangan multidomain demi menjaga kedaulatan udara dan kepentingan pertahanan negara.
-1130886-1080.webp)

-1130886-1080.webp)