TNI AU. Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) menyelenggarakan Simulasi Urban Search and Rescue (USAR) Operation dengan skenario Vehicle Accident Rescue (VAR) sebagai sarana menguji koordinasi, kesiapan, dan profesionalisme tiga unsur utama penyelamatan dalam penanganan kecelakaan kendaraan bermotor. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Basket Seskoau, Lembang, Rabu (8/1/2026).
Simulasi diawali dengan skenario kejadian kecelakaan tunggal, di mana sebuah kendaraan roda empat dilaporkan terjun ke area cekungan dan dalam kondisi terbalik. Informasi awal menyebutkan adanya korban terjebak di dalam kendaraan dengan potensi cedera serius serta risiko kebakaran akibat kebocoran bahan bakar. Skenario ini dirancang untuk merepresentasikan kondisi darurat nyata yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berstandar keselamatan tinggi.
Menindaklanjuti laporan kejadian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung bertindak sebagai on scene commander dengan melaksanakan asesmen awal situasi, penentuan zona aman, serta pengendalian operasi di lapangan. Langkah ini menjadi dasar dalam penetapan rencana penyelamatan, termasuk pengaturan akses masuk, pengamanan area, dan koordinasi lintas unsur.
Basarnas Special Group (BSG) selanjutnya melaksanakan tindakan teknis penyelamatan. Tahapan dimulai dari stabilisasi kendaraan untuk mencegah pergeseran atau pergerakan tambahan yang dapat membahayakan korban dan personel. Setelah kendaraan dinyatakan stabil, tim melakukan glass management, pembukaan akses, serta proses ekstrikasi korban menggunakan peralatan rescue cutting dan combi tools secara terukur, presisi, dan mengedepankan prinsip patient centered rescue.
Sementara itu, Tim Pemadam Kebakaran Seskoau menjalankan peran pengamanan kebakaran secara menyeluruh. Personel melakukan pemantauan potensi kebocoran bahan bakar, penyemprotan Water Fire di titik kebakaran, serta kesiapsiagaan pemadaman dengan dukungan kendaraan pemadam kebakaran. Unsur ini memastikan seluruh rangkaian penyelamatan berlangsung dalam kondisi aman dari ancaman api maupun ledakan.
Untuk mendukung kelancaran operasi, kendaraan rescue dilengkapi dengan berbagai peralatan khusus yang tersusun dalam compartemen, antara lain personal protective equipment (APD set), baterai Weber, rescue cutting tools, combi tools, ratchet strap, glass management tools, step chock, crowbar, crash axe, power shore, protection shield, stab vest, serta peralatan medis dan evakuasi. Seluruh peralatan digunakan sesuai tahapan dan kebutuhan di lapangan.
Dukungan pengamanan kebakaran diperkuat oleh kendaraan pemadam kebakaran Seskoau jenis truk Mitsubishi Fuso 220 PS yang dilengkapi pompa Ziegler (USA), tangki air berkapasitas 5.000 liter, tangki Aqueous Film Forming Foam (AFFF) 500 liter, serta Dry Chemical Powder (DCP) 200 kilogram dengan pendorong tabung Nitrogen (N₂). Kendaraan ini memiliki kemampuan pengisian penuh tangki dalam waktu sekitar delapan menit pada 2.500 RPM, daya sembur hingga 15 bar, serta turret nozzle dengan jangkauan maksimal 50 meter.
Kendaraan pemadam kebakaran tersebut diawaki oleh enam personel yang terdiri atas satu komandan regu (Danru), dua nozzleman, satu operator, dan dua helper, serta dilengkapi APD kru dan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) guna menjamin keselamatan personel selama operasi.
Kolaborasi tiga unsur terlihat secara nyata sejak fase size up, briefing singkat di lokasi, pelaksanaan penyelamatan teknis, hingga evakuasi korban menuju ambulans untuk penanganan medis lanjutan. Seluruh tahapan dilaksanakan secara terintegrasi, disiplin, dan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Melalui simulasi VAR ini, Seskoau menegaskan komitmennya dalam mendukung kesiapsiagaan nasional di bidang pencarian dan pertolongan, sekaligus menjadi wahana peningkatan soliditas, koordinasi, dan profesionalisme lintas instansi dalam menghadapi situasi kedaruratan nyata, khususnya kecelakaan kendaraan bermotor dengan tingkat risiko tinggi.




