Pengunjung Website
Hari Ini: 14
Minggu Ini: 38
Bulan Ini: 662
Tahun Ini: 2,837
img thumbnail

Sinergi Strategis Koharmatau dan Industri: Percepatan Perbaikan Struktur Boeing B-737-200 Demi Kesiapan Operasional Maksimal

TNI AU. Wakil Komandan (Wadan) Koharmatau Marsma TNI Andy S. Pambudi, S.T., M.M., memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Perbaikan Structural Damage pesawat Boeing B-737-200 di ruang rapat Mako Koharmatau, Bandung, Kamis (23/05/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan percepatan pemulihan kesiapan operasional salah satu Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI Angkatan Udara.

Dalam arahannya, Wadan Koharmatau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta rapat atas kehadiran dan komitmen yang ditunjukkan. Ditekankan bahwa pesawat Boeing B-737-200 dengan nomor registrasi AI-7302 memiliki peran vital dalam mendukung pelaksanaan tugas dan operasi TNI AU, sehingga tingkat kesiapan operasional harus senantiasa dijaga secara optimal dan berkelanjutan.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, dengan fokus pada pendalaman rencana perbaikan structural damage secara komprehensif. Pembahasan mencakup aspek teknis perbaikan, estimasi waktu pelaksanaan, dukungan logistik, serta kesiapan sumber daya manusia yang terlibat. Selain itu, sinergi dengan PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk sebagai mitra strategis menjadi perhatian utama guna menjamin kualitas dan keselamatan kerja sesuai standar kelaikudaraan.

Lebih lanjut, Wadan Koharmatau menegaskan pentingnya setiap keputusan yang diambil didasarkan pada analisis teknis yang akurat, perhitungan risiko yang matang, serta mengedepankan prinsip efektivitas dan efisiensi. Transparansi, akuntabilitas, serta kolaborasi lintas satuan kerja dan mitra industri menjadi kunci utama dalam keberhasilan proses perbaikan ini.

Dalam kesempatan tersebut, diharapkan PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk dapat memberikan dukungan maksimal, khususnya dalam penyediaan solusi teknologi, metode perbaikan yang tepat, serta percepatan pelaksanaan pekerjaan. Kolaborasi yang erat antara TNI AU dan industri diharapkan mampu menghasilkan output yang optimal, sehingga pesawat dapat segera kembali beroperasi dan mendukung tugas kedinasan secara maksimal.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Ir Koharmatau, Kapok Sahli, para pejabat utama Koharmatau, Direktur Utama PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, Komandan Depohar 10, Dansathar 14 Depohar 10, serta Kasi Boeing 737 Subdispesang Disaeroau. Sementara itu, sejumlah pejabat turut mengikuti secara video conference, di antaranya Kabid Matra Udara Pus Alpalhan Baloghan Kemhan, Komandan Depohar 20, Komandan Depohar 30, dan Danskatek 044, sebagai wujud sinergi terpadu dalam mendukung keberhasilan program perbaikan pesawat tersebut.

(Penkoharmatau).