Pengunjung Website
Hari Ini: 22
Minggu Ini: 142
Bulan Ini: 238
Tahun Ini: 238
img thumbnail

Tahun Baru Semangat Baru, Danlanud YKU Timika Bacakan Amanat Kasau Di Apel Luar Biasa

TNI AU. Komandan Lanud Yohanis Kapiyau, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti, memimpin Apel Luar Biasa Tahun 2026 yang dilaksanakan di Baseops Lanud YKU, Timika, Papua Tengah, Senin (5/1/2026).

Dalam apel tersebut, Danlanud YKU membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., yang disampaikan oleh Pangkodau III. Kasau menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan, namun TNI Angkatan Udara tetap mampu menjalankan proses reformasi secara berkelanjutan guna mewujudkan TNI AU yang adaptif, modern, unggul, humanis, dan profesional (AMPUH).

Kasau juga menekankan keberhasilan TNI AU dalam mempertahankan zero accident selama dua tahun berturut-turut sebagai capaian penting. Prestasi tersebut diharapkan dapat memperkuat disiplin dan membangun generative safety culture atau budaya keselamatan tingkat tinggi di lingkungan TNI AU.

Sepanjang tahun 2025, TNI AU terlibat aktif dalam berbagai agenda nasional, seperti pelaksanaan upacara kenegaraan, program ketahanan pangan, pengoperasian 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan 15 SPPG siap beroperasi dan 72 SPPG masih dalam tahap pembangunan, serta dukungan penanggulangan bencana di wilayah Sumatra.

Di tingkat internasional, TNI AU turut berpartisipasi dalam operasi airdrop multinasional “Solidarity Path Operation-2” di Gaza, Palestina, serta mengikuti latihan bersama Super Garuda Shield dan Elang Thainesia sebagai bagian dari diplomasi pertahanan.

Kasau juga memberikan apresiasi atas berbagai prestasi prajurit dan ASN TNI AU, di antaranya keberhasilan sertifikasi aset negara, inovasi smoke trail, perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Unit Pelayanan Prima, prestasi akademik, serta raihan medali pada SEA Games 2025 di Thailand oleh atlet TNI AU.

Memasuki tahun 2026, TNI AU menetapkan lima prioritas utama, yaitu modernisasi alat utama sistem pertahanan dan keamanan (alpalhankam), validasi organisasi, pengembangan perangkat lunak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap kebijakan nasional. (Penyku)