TNI AU. Bandung. Pendidikan Latihan Kerja (Latker) I Aircraft Structure (ACS) Pesawat C-130 resmi ditutup pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Nurtanio Pringgoadisuryo Depohar 10. Penutupan ini menandai tuntasnya program pembekalan teknis bagi 20 personel terbaik di bidang struktur pesawat, khususnya pemeliharaan dan perbaikan Lockheed C-130 Hercules yang menjadi salah satu tulang punggung angkut udara TNI Angkatan Udara.
Latker I ACS merupakan bagian strategis dari program pembinaan kemampuan teknisi dalam menjawab tantangan profesionalisme serta kompleksitas pemeliharaan alutsista modern. Peserta dibekali materi teori yang komprehensif mengenai struktur rangka pesawat, teknik inspeksi detail, identifikasi kerusakan material, hingga metode perbaikan sesuai standar teknis dan prosedur keselamatan kerja yang berlaku.
Tidak hanya berfokus pada teori, pendidikan ini juga menitikberatkan pada praktik lapangan secara langsung. Melalui pembelajaran aplikatif, para teknisi dilatih membangun ketelitian, kecermatan analisis, serta kecepatan dalam mengambil keputusan teknis. Kombinasi teori dan praktik tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi dinamika tugas di satuan.
Program ini dirancang agar setiap lulusan memiliki pemahaman menyeluruh terhadap karakteristik struktur pesawat C-130, sehingga mampu melaksanakan pemeliharaan secara efektif, efisien, dan akuntabel. Dengan kompetensi tersebut, kesiapan operasional pesawat dapat terjaga optimal, mendukung mobilitas udara dan berbagai misi strategis TNI Angkatan Udara di seluruh wilayah tanah air.
Penutupan Latker bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di lapangan. Ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam setiap tugas pemeliharaan, demi menjamin keselamatan terbang dan keandalan alutsista yang dioperasionalkan.
Dengan semangat profesionalisme, integritas, dan loyalitas, para lulusan Latker I ACS diharapkan terus mengasah kompetensi dan menjaga disiplin kerja. Sebab di balik kesiapan sebuah pesawat mengudara, terdapat dedikasi teknisi yang bekerja dalam senyap—dengan presisi tinggi, tanggung jawab penuh, serta kebanggaan sebagai garda terdepan pemeliharaan alutsista TNI Angkatan Udara. (Penkoharmatau)



