Pengunjung Website
Hari Ini: 23
Minggu Ini: 23
Bulan Ini: 285
Tahun Ini: 6,851
img thumbnail

The Art Of Change: Military Coaching Untuk Membangun Kepemimpinan Unggul Di Lanud Wiriadinata

TNI AU. Kamis (8-10-2026) – Pangkalan TNI AU Wiriadinata terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan kepemimpinan modern. Mengusung tema “The Art of Change: Military Coaching for Air Force Base Wiriadinata”, Komandan Lanud Wiriadinata, Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han., secara resmi membuka kegiatan Military Coaching yang diikuti oleh seluruh Perwira Lanud Wiriadinata bertempat di Ruang Rapat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun pola pikir adaptif, memperkuat karakter kepemimpinan, serta meningkatkan kesiapan personel menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis.

 

Program Military Coaching menghadirkan Coach Abi Nana bersama tim untuk memberikan bimbingan dan pendampingan kepada para Perwira. Melalui pendekatan coaching, peserta diajak menggali potensi diri, mengenali kekuatan dan kelemahan, serta mengembangkan kemampuan mengambil keputusan secara tepat. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum pembelajaran, tetapi juga ruang refleksi untuk membangun kesadaran bahwa perubahan yang besar dalam organisasi harus dimulai dari perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku setiap individu.

 

Dalam sambutannya, Komandan Lanud Wiriadinata menegaskan bahwa kepemimpinan militer di era modern membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memberikan perintah dan menjalankan tugas. Seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan, membangun komunikasi yang efektif, memahami karakter anggota, serta menggerakkan personel melalui keteladanan dan kepercayaan. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengawaki serta kemampuan pemimpinnya dalam mengembangkan potensi setiap anggota.

 

Melalui konsep The Art of Change, para Perwira didorong untuk memahami bahwa perubahan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan proses yang perlu dikelola dengan bijaksana. Kemampuan mendengarkan, mengajukan pertanyaan yang membangun, memahami sudut pandang orang lain, dan menemukan solusi secara bersama menjadi bagian penting dalam membentuk kepemimpinan yang humanis tanpa meninggalkan ketegasan, disiplin, dan tanggung jawab sebagai prajurit TNI Angkatan Udara. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang profesional, terbuka terhadap pembaruan, dan berorientasi pada pencapaian hasil terbaik.

 

Antusiasme para Perwira dalam mengikuti kegiatan tersebut mencerminkan semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Melalui interaksi dan proses coaching, peserta memperoleh perspektif baru dalam menghadapi persoalan, mengelola dinamika organisasi, serta membangun kerja sama tim yang solid. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, baik dalam pembinaan personel, pengambilan keputusan, maupun pelaksanaan fungsi kepemimpinan di lingkungan Lanud Wiriadinata.

 

Pelaksanaan Military Coaching ini menjadi bagian dari upaya Lanud Wiriadinata untuk membangun budaya belajar berkelanjutan dan kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan organisasi. Dengan semangat perubahan, integritas, profesionalisme, dan humanisme, Lanud Wiriadinata bertekad terus mengembangkan kualitas para Perwira sebagai pemimpin yang adaptif, inspiratif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Karena perubahan sejati tidak hanya dimulai dari strategi yang dirancang, tetapi dari pemimpin yang berani berubah, menggerakkan orang lain, dan memberikan teladan melalui tindakan nyata.