Pengunjung Website
Hari Ini: 10
Minggu Ini: 82
Bulan Ini: 227
Tahun Ini: 6,077
img thumbnail

Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Respons Darurat, Lanud Halim Perdanakusuma Bersama KSO HLP Gelar Partial Exercise 2026

TNI AU. Kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan. Untuk itu, Lanud Halim Perdanakusuma bersama KSO HLP melaksanakan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (Partial Exercise) Tahun 2026 di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (8/9/2026).

Latihan yang dipusatkan di Fire Station dan Mock Up Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) tersebut dilaksanakan untuk menguji kesiapan personel, kecepatan respons, ketepatan prosedur, serta efektivitas komando dan pengendalian dalam menghadapi skenario keadaan darurat penerbangan. Latihan juga menjadi sarana untuk memastikan setiap unsur memahami tugas, fungsi, dan tanggung jawabnya sehingga mampu bergerak secara terpadu dalam situasi kritis.

Bagi Lanud Halim Perdanakusuma, Partial Exercise bukan sekadar latihan, tetapi bagian dari upaya membangun kesiapan operasional yang harus senantiasa terpelihara. Setiap personel dituntut memiliki disiplin, kecakapan, kewaspadaan, serta kemampuan mengambil tindakan secara cepat dan terukur. Sinergi dengan KSO HLP dan seluruh unsur terkait menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan penanganan keadaan darurat yang efektif dan terkoordinasi.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh dibangun ketika keadaan darurat telah terjadi, tetapi harus dipersiapkan dan diuji melalui latihan secara berkelanjutan. “Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya, mampu merespons dengan cepat, tepat, dan terukur, serta senantiasa mengedepankan zero accident mindset dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Danlanud.

Melalui latihan ini, Lanud Halim Perdanakusuma terus memperkuat profesionalisme dan kesiapan personel dalam menghadapi setiap kemungkinan keadaan darurat. Kesiapan personel, ketepatan prosedur, kecepatan respons, dan soliditas koordinasi merupakan satu kesatuan dalam menjamin keselamatan penerbangan serta keberhasilan pelaksanaan tugas di kawasan Pangkalan TNI AU dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma.